633 Cash - Kopi asal Jawa Barat banyak dikenal dunia. Tapi belum banyak yang kenal ternyata ada kopi khas Cianjur.
Satu di antaranya kopi yang diproduksi berasal dari Kampung Sarongge Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur ini.
Tosca Santoso, inisiator kopi Sarongge mengatakan kepada Tribun Jabar, produksi kopi ini merupakan rintisan para petani kampung Sarongge.
Satu di antaranya kopi yang diproduksi berasal dari Kampung Sarongge Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur ini.
Tosca Santoso, inisiator kopi Sarongge mengatakan kepada Tribun Jabar, produksi kopi ini merupakan rintisan para petani kampung Sarongge.
Karena identik dengan nama kampungnya Sarongge, di mana kopi-kopi
dihasilkan di lahan pertanian atau perladangan kampung tersebut, maka
disebutlah produksi kopi itu sebagai Kopi Sarongge.
Sarongge adalah sebuah kampung kecil di kaki Gunung Gede. Berbatasan dengan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, di ketinggian 1.000-1.600 mdpl.
Petani kampung Sarongge umumnya menanam komoditi sayur mayur, buah-buahan diselingi kopi di batas ladang mereka.
Sarongge adalah sebuah kampung kecil di kaki Gunung Gede. Berbatasan dengan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, di ketinggian 1.000-1.600 mdpl.
Petani kampung Sarongge umumnya menanam komoditi sayur mayur, buah-buahan diselingi kopi di batas ladang mereka.
Kopi yang ditanam di kampung sarongge ini adalah Robusta dan Arabica dari varietas Sigarar Utang, Andungsari, Lini S dan Typica.
Kopi Arabica dari Sarongge mempunyai cita rasa unik, memiliki rasa asam yang lembut (soft acidity), terkandung rasa buah-buahan (fruity) dan kekentalan (body) sedang.
Kopi Arabica dari Sarongge mempunyai cita rasa unik, memiliki rasa asam yang lembut (soft acidity), terkandung rasa buah-buahan (fruity) dan kekentalan (body) sedang.
Setelah diminum, sebagaimana umumnya rasa
kopi itu pait, namun di kedalaman rasanya, ada rasa yang tertinggal
(after taste) serasa buah segar dan setitik manis.
Dadang selaku petani kopi sarongge mengatakan cita rasa tersebut tercipta karena penanaman kopi yang tumpang sari dengan penanaman buah-buahan dan sayur mayur di sekelilingnya.
Dadang selaku petani kopi sarongge mengatakan cita rasa tersebut tercipta karena penanaman kopi yang tumpang sari dengan penanaman buah-buahan dan sayur mayur di sekelilingnya.
Adapun cita rasa ini pun ditunjang dengan
pengelolahan yang ketat menjaga mutu, sejak awal penanaman, tanaman
berkembang, hasil panen biji dipetik merah hingga pengolahannya menjadi
kopi seduh.
Tosca Santoso mengatakan dibalik produksi
kopi sarongge, sesungguhnya ada motif tertentu dirintisnya usaha
tersebut, yaitu pertama, untuk membantu perbaikan hutan Gunung Gede
Pangrango; kedua, upaya melestarikan hutan; dan ketiga, upaya
memperbaiki kesejahteraan masyarakat khususnya di Cianjur.
Kopi telah menjadi produk dalam kemasan setelah proses roasting. Kemasan merah produk kopi melalui proses full wash, kemasan kunik kecoklatan produk kopi secara natural, dan kemasan hitam produk kopi biji tunggal atau lanang.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola
Kopi telah menjadi produk dalam kemasan setelah proses roasting. Kemasan merah produk kopi melalui proses full wash, kemasan kunik kecoklatan produk kopi secara natural, dan kemasan hitam produk kopi biji tunggal atau lanang.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment