633 Cash - Pulau Banda atau Kepulauan Banda merupakan suatu daerah di Maluku yang kaya akan sejarah, budaya serta keindahan alam.
Berkunjung ke pulau satu ini, kamu akan
dihadapkan dengan deretan panorama pantai yang super indah. Di samping
itu, ada segudang obyek wisata sejarah yang sayang jika dilewatkan.
Salah satunya, Blood Stone atau Batu
'Berdarah' yang ada di Pulau Banda Besar, Kepulauan Banda, Maluku.
Terletak di Desa Lonthoir, obyek wisata satu ini berupa batu hitam besar
yang berukuran sekitar 1,5 meter.
Sekilas hanya berupa batu biasa, tapi
mengapa namanya agak mengerikan ya? Ya, dinamakan batu berdarah karena
batu ini memang " berdarah" .
Eiittss, tapi jangan salah kira dulu. Di batu tersebut memang ada darah, namun darah itu merupakan darah penduduk lokal dan Belanda yang dulu pernah membuat perjanjian di wilayah Banda.
Karena zaman dulu belum ada kertas,
jadi penduduk setempat dan Belanda membuat kesepakatan dengan cara
meneteskan darah bersama-sama di atas batu.
Kesepakatan yang dibuat oleh penduduk
lokal dan Belanda sendiri berkaitan dengan rempah-rempah. Pasalnya, dulu
Banda dikenal sebagai salah satu sumber rempah-rempah di dunia. Sampai
akhirnya Belanda datang dan tertarik dengan kekayaan rempah yang
dimiliki pulau ini.
Demi menjaga tanah mereka dari koloni,
penduduk lokal pun menggagas dibuatnya perjanjian dengan Belanda yang
mencakup 3 hal. Yakni, pertama Belanda boleh berdagang di Banda. Kedua,
Belanda tidak boleh memiliki tanah di Banda. Terakhir, mereka tidak
boleh mengganggu kepercayaan dan agama penduduk lokal.

0 comments:
Post a Comment