633 Cash - Sepertinya kamu bakal happy.
Pemkab Lingga sudah menyiapkan panduan berwisatanya. Salah satunya, Air
Terjun Resun di Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Kepulauan
Riau.
Soal panoramanya? Jangan ditanya lagi.
Dijamin kamu bakal berdecak kagum. Di sini kamu bisa menikmati sensasi
segarnya air terjun lima tingkat. Kolam-kolamnya pun besar. Inilah yang
membuat alirannya tak pernah berhenti meski musim kemarau.
" Masih belum percaya air terjun Resun indah? Googling
aja deh, pasti terpukau," kata Kadispar Kabupaten Lingga, M Ishak,
dikutip dari keterangan Kabarberita.
Air terjun Resun memang ciamik. Air
terjun yang satu ini mempunyai kemiringan 45 derajat sehingga air tidak
langsung terjun ke dasar tetapi mengalir di dinding landasan. Beningnya
air seolah mengajak setiap tamu yang datang untuk segera turun menikmati
kesegarannya.
" Semua masih sangat alami. Hutannya
juga masih terjaga. Ini tempat yang pas untuk bersantai ataupun
berselfie ria," kata Ishak.
Air terjun Resun merupakan salah satu
dari belasan air terjun di Pulau Lingga. Pulau yang menawarkan berjuta
pesona tersebut memang memiliki paket lengkap. Dari mulai pantai yang
indah, terumbu karangnya yang eksotik, gunung dan hutan yang menantang,
sampai budaya serta sejarahnya yang luar biasa, semua ada di sana.
Tak salah memang jika Deputi Bidang
Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti sampai
ikutan nimbrung. Menurutnya, Lingga memang wow banget. Destinasinya
memiliki keindahan alam, budaya serta sejarah yang luar biasa.
" Lingga itu paket all in one.
Semua yang indah ada di sana. Apalagi tanggal 19-22 November ini ada
Festival Gunung Daik di Lingga. Itu waktu yang pas buat berkunjung ke
sana," ujar Esthy.
Menpar Arief Yahya mengatakan Lingga
punya atraksi yang bagus, untuk nature, adventure, dan juga budaya. Bagi
anak-anak netizen, Lingga juga surga forografer dengan air terjun yang
jernih di tengah hutan yang hijau asri.
Tentu tugas CEO atau bupati dan
gubernurnya adalah membangun 3A agar berkelas dunia. Atraksi sudah kaya,
tinggal bagaimana akses dan amenitasnya.
" Arahnya harus menuju Sustainable Tourism. Rumusnya ECE, environment, community dan economic. Environment harus dilestarikan, masyarakat atau community harus diberdayakan, ujungnya adalah kesejahteraan atau economic value," paparnya.
Karena itu Menpar Arief Yahya sering menggunakan istilah " Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan" . " Masyarakat harus happy, kalau tidak, itu akan tidak akan sustainable," paparnya.

0 comments:
Post a Comment