Monday, July 30, 2018

Menjinakkan Malaria di Zaman Kolonial

633 Cash - Pada tahun-tahun awal perkembangan Batavia, kota ini pernah mendapat julukan sebagai “Ratu dari Timur”—sebuah permukiman Eropa terbaik di dunia oriental.

www.633cash.com
Tetapi, predikat itu perlahan luntur pada abad ke-18. Malaria jadi gara-garanya.Pada 1732, VOC baru saja menyelesaikan penggalian kanal baru. Tak lama setelah itu, banyak penduduk yang bermukim di sekitar kanal mendadak jatuh sakit. Kanal baru tersebut agak jauh dari benteng kota Batavia, akan tetapi wabah penyakit menyebar juga ke dalam kota. Hingga seabad selanjutnya, penyakit itu, yang kemudian dikenal sebagai malaria, menjadi momok mengerikan bagi warga kota.Sejarawan Bernard H.M. Vlekke dalam karya klasiknya, Nusantara: Sejarah Indonesia (2018), menulis, “tidak bisa dijelaskan mengapa penyakit itu muncul begitu tiba-tiba atau, paling tidak, mengapa penyakit itu menyebar luas begitu mendadak setelah 1731 dan apakah penggalian kanal baru itu berhubungan dengan hal itu.Penduduk Batavia mengira epidemi itu disebabkan cuaca tropis dan kondisi kebersihan kota yang kian hari kian memburuk. Dalam anggapan mereka, udara berbau busuk yang menguar dari kanal-kanal yang kotor adalah pembawa penyakit itu. Selama bertahun-tahun korban paling banyak adalah orang Eropa. Penduduk pribumi, meskipun tak terlalu peduli dengan kualitas lingkungan, justru lebih kebal.Dengan cepat pamor Batavia sebagai kota persinggahan orang Eropa di Kepulauan Hindia merosot. Dari awalnya dikenal sebagai kota tercantik, pada paruh akhir abad ke-18 ia berubah jadi kota paling tak sehat di timur. Penduduk Eropa yang cukup berada memilih pindah ke pedesaan di selatan yang lebih sehat.Kondisi itu membuat kapal-kapal orang Eropa sebisa mungkin menghindari singgah di Batavia. Susan Blackburn dalam Jakarta: Sejarah 400 Tahun (2011) mencatat penyesalan pelaut Inggris Kapten James Cook yang pada 1770 terpaksa berlabuh di Batavia karena kapalnya rusak. Ketika ia tiba pada Oktober, seluruh awak kapalnya dalam keadaan sehat. Namun, hanya berselang dua bulan banyak di antara mereka terjangkiti malaria dan tujuh orang meninggal.


Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola
 

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment