633 Cash - Pada tahun-tahun awal perkembangan Batavia, kota ini pernah mendapat
julukan sebagai “Ratu dari Timur”—sebuah permukiman Eropa terbaik di
dunia oriental.
Tetapi, predikat itu perlahan luntur pada abad ke-18.
Malaria jadi gara-garanya.Pada 1732, VOC baru saja
menyelesaikan penggalian kanal baru. Tak lama setelah itu, banyak
penduduk yang bermukim di sekitar kanal mendadak jatuh sakit. Kanal baru
tersebut agak jauh dari benteng kota Batavia, akan tetapi wabah
penyakit menyebar juga ke dalam kota. Hingga seabad selanjutnya,
penyakit itu, yang kemudian dikenal sebagai malaria, menjadi momok
mengerikan bagi warga kota.Sejarawan Bernard H.M. Vlekke dalam karya klasiknya,
Nusantara: Sejarah Indonesia
(2018), menulis, “tidak bisa dijelaskan mengapa penyakit itu muncul
begitu tiba-tiba atau, paling tidak, mengapa penyakit itu menyebar luas
begitu mendadak setelah 1731 dan apakah penggalian kanal baru itu
berhubungan dengan hal itu.Penduduk Batavia mengira epidemi itu disebabkan cuaca tropis dan kondisi
kebersihan kota yang kian hari kian memburuk. Dalam anggapan mereka,
udara berbau busuk yang menguar dari kanal-kanal yang kotor adalah
pembawa penyakit itu. Selama bertahun-tahun korban paling banyak adalah
orang Eropa. Penduduk pribumi, meskipun tak terlalu peduli dengan
kualitas lingkungan, justru lebih kebal.Dengan cepat pamor
Batavia sebagai kota persinggahan orang Eropa di Kepulauan Hindia
merosot. Dari awalnya dikenal sebagai kota tercantik, pada paruh akhir
abad ke-18 ia berubah jadi kota paling tak sehat di timur. Penduduk
Eropa yang cukup berada memilih pindah ke pedesaan di selatan yang lebih
sehat.Kondisi itu membuat kapal-kapal orang Eropa sebisa mungkin menghindari singgah di Batavia. Susan Blackburn dalam
Jakarta: Sejarah 400 Tahun
(2011) mencatat penyesalan pelaut Inggris Kapten James Cook yang pada
1770 terpaksa berlabuh di Batavia karena kapalnya rusak. Ketika ia tiba
pada Oktober, seluruh awak kapalnya dalam keadaan sehat. Namun, hanya
berselang dua bulan banyak di antara mereka terjangkiti malaria dan
tujuh orang meninggal.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen
Bola Terpercaya Judi
Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment