633 Cash - Selain keindahan alam, kawasan ini juga menawarkan suguhan wisata sejarah lho. Ya, di sini terdapat Goa Belanda dan Goa Jepang yang bisa dikunjungi oleh para pecinta sejarah.
Bicara soal Goa Belanda dan Goa Jepang, ada banyak misteri, mitos dan kisah mistis yang meliputinya. Cerita-cerita seputar hal itu pun masih terus berkembang di antara warga setempat.
Salah satu yang cukup populer adalah
mengenai pantangan mengucap kata " lada" . Ada apa dengan kata lada?
Mengapa tidak boleh disebut saat kamu berada di kawasan Goa Belanda dan
Goa Jepang? Apa yang akan terjadi jika seseorang telanjur mengucapkan
kata tersebut? Penasaran kan?
Ya, ketika berkunjung ke Goa Jepang dan
Goa Belanda, para pengunjung harus sangat berhati-hati dalam berbicara.
Jangan sampai menyebut kata " lada" .
Menurut masyarakat setempat, kata tersebut berkaitan dengan nama seorang tokoh
masyarakat yang begitu dihormati, yaitu Eyang Lada Wisesa. Jika
seseorang nekat mengucapkan kata lada, konon akan mengalami
kejadian-kejadian mistis. Ada yang bisa tiba-tiba jatuh, merasakan hawa
yang membuat bulu kuduk merinding, sampai yang paling parah bisa
kerasukan.
Goa Jepang sendiri kabarnya dibangun
pada tahun 1942 oleh para pekerja romusha. Sayangnya, pembuatan goa
tersebut tak sempat terselesaikan. Puluhan tahun ditinggalkan, goa itu
pun kini menyisakan banyak misteri.
Ada banyak cerita menyeramkan seputar goa itu yang beredar luas di masyarakat. Mulai dari penampakan sosok tentara tanpa kepala, cerita soal suara derap langkah kuda yang sering terdengar hingga kemunculan sosok menyerupai pocong dan kuntilanak.
Terlepas dari berbagai kisah
menyeramkan yang meliputinya, kawasan Dago Pakar tetap indah dan
menyenangkan untuk dinikmati.

0 comments:
Post a Comment