633 Cash - Suku Maya percaya bahwa gua, terutama
yang membentang beberapa kilometer di bawah tanah, adalah pintu masuk ke
dasar bumi. Mereka menyebutnya sebagai Xibalba atau 'Tempat Menakutkan'
di mana para penguasa jahat tinggal.
Orang-orang Suku Maya sangat takut pada
dunia tersebut. Mereka merasa perlu memberikan pengorbanan untuk
memenangkan hati para makhluk mengerikan yang tinggal di sana. Dan
pengorbanan tertinggi yang mereka lakukan adalah seorang manusia.
Nah, salah satu gua tempat
Suku Maya melakukan ritual pengorbanan terletak di pusat Belize, dekat
San Ignacio, Tapir Mountain Nature Reserve.
Adalah The Actun Tunichil Muknal atau
yang disingkat 'ATM'. Gua ini pertama kali dieksplorasi pada tahun
1980-an. Pintu masuk ke gua ini berbentuk seperti jam kaca yang
dibanjiri air. Pengunjung yang punya mental ciut sebaiknya berhati-hati.
Sisa-sisa upacara persembahan akan tampak begitu kaki menjejakan mulut gua. Dimulai dengan cangkang kerang dan penampakan benda-benda asing lainnya ketika memasuki gua lebih dalam.
Sekitar seperempat mil dari pintu masuk
gua adalah ruang utama di mana orang dapat melihat sisa-sisa 14
kerangka manusia, termasuk kerangka yang disebut Crystal Maiden.
Ini adalah kerangka seorang wanita
berusia 20-an tahun yang dikorbankan seorang Imam Maya Kuno sebagai
bagian dari ritual keagamaan lebih dari 1.000 tahun yang lalu.
Wanita itu berbaring telentang.
Mulutnya terbuka dan seluruh kerangkanya berkilauan akibat deposisi
mineral, hingga tampak seperti kristal. Gua itu sendiri baru diberi nama
Actun Tunichil Muknal setelah kerangka Crystal Maiden ditemukan. Actun
Tunichil Muknal berarti 'Gua Makam Kristal'.
Kerangka lain tersimpan di sudut-sudut
dan celah-celah gua, beberapa terhampar di lantai gua. Ada kerangka dari
bayi berusia satu tahun hingga orang dewasa
berusia 30 sampai 40 tahun. Di sekeliling gua ditemukan pula, pot
keramik, alat musik, perhiasan, patung kecil, hingga duri ikan pari yang
digunakan untuk mengeluarkan darah persembahan. Banyak artefak tercecer di lantai gua.
Orang-orang Maya juga memahat informasi mengenai persembahan di dinding-dinding gua. Terdapat gambar
siluet manusia dan binatang yang dijadikan korban. Di satu sudut gua
juga ada sebuah altar yang digunakan untuk melakukan ritual.
Penelitian terbaru terhadap peradaban
kuno Mesoamerika mengungkapkan bahwa pada masa itu pernah terjadi
kekeringan. Menurut mitologi Maya, kekeringan itu disebabkan oleh Chac,
Dewa Hujan yang enggan menurunkan hujan. Karena itu, orang-orang Maya
melakukan ritual pengorbanan manusia agar Chac mau menurunkan hujan.

0 comments:
Post a Comment