633 Cash - Sekitar 200 km timur laut ibukota
Sudan, Khartoum, di sebuah lembah yang dikenal sebagai Nubia, terletak
sisa-sisa tiga kerajaan Kushite kuno. Di sini, kita bisa menemukan
konsentrasi terbesar dari piramida kuno yang pernah ada.
Meski kurang terkenal dibanding Piramid
di Giza, Mesir, dan berukuran lebih kecil dari " sepupu" mereka di
Mesir, Piramida Nubia tak kalah hebatnya. Piramida ini dibangun sekitar
2.500 tahun yang lalu, lama setelah orang-orang Mesir berhenti mengubur
Firaun mereka di kuburan, sebuah praktik yang hampir membuat mereka
bangkrut. Namun raja-raja Nubia sangat terpesona oleh struktur raksasa
ini dan berusaha meniru mereka.
Kerajaan Kush berkembang selama 900
tahun dari sekitar 800 SM sampai 280 M dan memegang kekuasaan atas
wilayah yang luas yang mencakup sebagian besar Delta Nil dan wilayah
selatan Khartoum. Meroe menjadi ibukota selama fase akhir kekaisaran. Di
sini, di ibukota mereka, orang Nubia membangun sekitar 80 piramida di
atas makam-makam raja dan ratu Kerajaan Kushite.
Mereka berkisar dari 20 kaki sampai 100
kaki, dan dibangun di atas pondasi yang cukup kecil, yang jarang
melebihi 25 kaki. Ini membuat sisi sudut piramida menjadi curam. Salah
satu piramida terbesar dibangun untuk penguasa Kush, Ratu Shanakdakheto
(170-150 SM). Sisi piramidanya dihiasi dengan elemen dekoratif dari
budaya Firaun Mesir, Yunani, dan Roma.
Secara keseluruhan, penguasa Kush
membangun lebih dari 250 piramida-dua kali jumlah keseluruhan piramida
yang ada di Mesir. Mereka tersebar di wilayah kecil di Gurun Sudan.
Seperti orang-orang Mesir kuno,
raja-raja Nubia yang meninggal akan dibaringkan di peti mati kayu,
diliputi permata, sebelum akhirnya dikuburkan. Hampir semua piramida
telah dijarah berabad-abad yang lalu.Pada saat para arkeolog mengeksplorasi mereka di abad ke-19 dan ke-20,
beberapa piramida ditemukan menyimpan sisa-sisa busur, cincin pemanah,
perlengkapan kuda, kotak kayu, perabotan, tembikar, kaca berwarna,
bejana logam, dan banyak artefak lain yang membuktikan adanya hubungan perdagangan yang luas.

0 comments:
Post a Comment