633 Cash - Jika kamu menghabiskan cukup banyak waktu untuk bepergian, kamu mungkin mulai bertanya-tanya tentang banyak aspek bandara.
Sebagai contoh, misalnya, kenapa
kebanyakan bandara berkarpet? Mungkin kamu berpikir bahwa sebagian
besar terminal bandara harus dirancang dengan lantai yang yang keras
agar penumpang dapat bergerak cepat dan mudah membawa " barang beroda"
mereka. Ditambah lagi dapat memudahkan petugas bandara dalam
membersihkannya.
Tapi ternyata, karpet adalah salah satu dari banyak cara para perencana bandara untuk dapat mempengaruhi mood dan perilaku kamu.
Seperti dijelaskan MentalFloss, banyak
bandara memiliki area gate yang berkarpet. Elemen desain sederhana ini
membantu menjaga pelancong agar merasa lebih rileks sebelum lepas
landas, karena karpet memberikan " perasaan lembut dan nyaman" . Seperti
yang mungkin kamu temukan di ruang tamu kamu sendiri.
Karpet - bersama dengan langit-langit
yang lebih rendah, pencahayaan yang lebih alami dan tempat duduk yang
nyaman - mendorong relaksasi di antara para pelancong yang sangat
mungkin mengalami stres, menurut kabarberita.
Dan bandara pun akan mendapatkan efek
yang positif dari para penumpang yang rileks. Wisatawan yang senang dan
santai, cenderung menghabiskan sekitar 7 persen lebih banyak uang untuk
ritel di sekitar bandara, menurut perusahaan riset DKMA.
Bahkan, karena alasan tersebut, banyak
bandara yang menambahkan beragam fasilitas untuk penumpang. Seperti spa,
ruang yoga dan bahkan anjing terapi di terminal mereka.
Agar belanja para wisatawan nyaman,
bandara juga cenderung menempatkan lebih sedikit pegawai di kios,
menurut Skift. Sebuah survei oleh NCR menemukan bahwa 40 persen
responden lebih memilih untuk menghindari interaksi dengan orang lain
saat berbelanja. Itulah kenapa di bandara kita lebih sering melihat toko
atau gerai " tak berawak" ketimbang kios yang penuh dengan pegawai.

0 comments:
Post a Comment