Saturday, July 7, 2018

George Parrot, Penjahat Amerika Serikat yang Dibunuh dan Tubuhnya Diubah Menjadi Sepasang Sepatu

633 Cash - George Parrott yang juga dikenal sebagai Big Nose George, adalah seorang perampok asal Amerika yang berasal dari akhir abad ke-19.
www.633cash.com
Big Nose dan gengnya terkenal sebagai perampok ulung.
Hampir semua pencurian yang mereka lakukan berhasil dan menjadikan namanya semakin dikenal.
Suatu hari pada 1878, geng Big Nose memutuskan untuk mencoba peruntungannya mencuri harta benda yang ada di kereta milik Union Pacific.
Saat itu kereta tengah membawa gaji milik karyawannya.
Geng Big Nose menemukan lintasan yang sepi di dekat Sungai Medicine Bow, Wyoming.
Mereka berupaya melonggarkan bantalan rel dan menunggu kereta tiba.
Namun seorang pegawai kereta api melihat rel yang rusak tersebut dan segera memperbaiki kerusakan.
Dia juga melaporkan pada polisi tentang adanya kawanan perampok di sana.
Mengetahui jika rencananya sudah terbongkar, Big Nose George dan anak buahnya melarikan diri ke Rattlesnake Canyon di kaki Gunung Elk.
Dua petugas penegak hukum, Robert Widdowfield dan detektif Union Pacific, Tip Vincent melakukan pengejaran.
Ketika para petugas tiba di Rattlesnake Canyon, mereka melihat abu api unggun yang tergesa-gesa dipadamkan.
Ketika Widdowfield membungkuk untuk memeriksa abu api unggun, sebuah tembakan dari semak-semak mengenai tepat di wajah dan membunuhnya seketika.
Vincent berbalik dan mencoba lari tetapi ditembak dan tewas.
Geram oleh perilaku para penjahat, Union Pacific Railroad menawarkan hadiah besar bagi siapapun yang bisa menangkap Big Nose George.
Dilansir TribunTravel.com dari laman Kabarberita, George dan anak buahnya tetap berkeliaran selama dua tahun berikutnya, sampai Big Nose mabuk di sebuah bar di Miles City, Montana, dan membuka rahasia pembunuhan di Elk Mountain.
Dia ditangkap dan dibawa kembali ke Rawlins, di mana pengadilan memutuskan dia bersalah dan dijatuhi hukuman gantung.


Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola
 







- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment