633 Cash - Ratna terlihat di
lingkungan kerja Sekretaris Daerah DKI Jakarta. Setelah 30 menit, Ratna
keluar dengan mata berkaca-kaca. Ia baru saja dipecat Ahok.
Demikian gambaran suasana berdasarkan pantauan reporter Kabarberita . Terlihat mantan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Diah Kurniati bergegas keluar.
Pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu membenarkan dirinya dicopot Ahok
"Ya, saya mulai hari ini sudah diganti. Pokoknya saya ikhlas. Dengan keputusan seperti ini saya terima," lirih Ratna saat dihubungi.
Sebenarnya apa yang membuatnya bisa dipecat.
Berawal dari kecurigaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kebijakannya agar Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta segera menerapkan sistem pemakaman online.
"Kami perintah ke sini, dia sengaja pelan-pelan kerjain, saya marahi lagi, dia tahu kok (kesalahannya apa). Persoalannya di DKI ini, dia ngulur-ngulur supaya rezeki masih bisa nyolong," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
Pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu membenarkan dirinya dicopot Ahok
"Ya, saya mulai hari ini sudah diganti. Pokoknya saya ikhlas. Dengan keputusan seperti ini saya terima," lirih Ratna saat dihubungi.
Sebenarnya apa yang membuatnya bisa dipecat.
Berawal dari kecurigaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kebijakannya agar Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta segera menerapkan sistem pemakaman online.
"Kami perintah ke sini, dia sengaja pelan-pelan kerjain, saya marahi lagi, dia tahu kok (kesalahannya apa). Persoalannya di DKI ini, dia ngulur-ngulur supaya rezeki masih bisa nyolong," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.
Salah satu tujuan penerapan sistem pemakaman online adalah
untuk mengurangi praktik pungli. Namun hingga saat itu belum terlaksana.
Ahok menengarai hal tersebut sengaja dilakukan.
Dan setelah ia lakukan menyelidikan mendalam Ahok menemukan kejanggalan.
Ahok menemukan banyaknya calo makam serta tak sedikit jumlah makam fiktif.
Di TPU Karet Bivak contohnya, banyak makam tak berpenghuni dan hanya dipasang batu nisan saja.
"Sudah kami terus tekankan pakai sistem elektronik. Sudah mulai seharusnya dari tahun lalu," kata Ahok.
Melalui sistem pemakaman online, masyarakat bisa mengecek ketersediaan lahan makam di semua TPU yang ada di Jakarta.
Makam yang sudah terisi dan makam yang masih kosong akan terlihat melalui data yang ada di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI.
"Kita temukan banyak sekali makam-makan yang fiktif. Jadi ada batu nisan segala macam itu belum pasti itu ada isinya," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Ahok menyatakan kebanyakan makam fiktif terjadi di barisan depan setiap pemakaman.
Bila ada orang yang ingin memakamkan di depan, tinggal melakukan lobi-lobi dengan petugas Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.
"Jadi ada batu nisan belum pasti itu ada isinya, makanya kalau ada yang nyogok, ditaruh di depan. Makanya kita sekarang mau petakan, kita udah ada sistemnya, nanti keliatan, siapa yang minta," kata Ahok.
Ahok menengarai hal tersebut sengaja dilakukan.
Dan setelah ia lakukan menyelidikan mendalam Ahok menemukan kejanggalan.
Ahok menemukan banyaknya calo makam serta tak sedikit jumlah makam fiktif.
Di TPU Karet Bivak contohnya, banyak makam tak berpenghuni dan hanya dipasang batu nisan saja.
"Sudah kami terus tekankan pakai sistem elektronik. Sudah mulai seharusnya dari tahun lalu," kata Ahok.
Melalui sistem pemakaman online, masyarakat bisa mengecek ketersediaan lahan makam di semua TPU yang ada di Jakarta.
Makam yang sudah terisi dan makam yang masih kosong akan terlihat melalui data yang ada di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI.
"Kita temukan banyak sekali makam-makan yang fiktif. Jadi ada batu nisan segala macam itu belum pasti itu ada isinya," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Ahok menyatakan kebanyakan makam fiktif terjadi di barisan depan setiap pemakaman.
Bila ada orang yang ingin memakamkan di depan, tinggal melakukan lobi-lobi dengan petugas Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.
"Jadi ada batu nisan belum pasti itu ada isinya, makanya kalau ada yang nyogok, ditaruh di depan. Makanya kita sekarang mau petakan, kita udah ada sistemnya, nanti keliatan, siapa yang minta," kata Ahok.

0 comments:
Post a Comment