633 Cash - Aroma harum gulai daging sapi yang
sedang dimasak menyeruak memenuhi dapur sederhana milik Fatimah (42)
seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang.
Sejak pagi dengan telaten perempuan tiga anak itu terus mengaduk-aduk
gulai yang mulai berwarna kecoklatan tersebut untuk dimasak menjadi
rendang, menu istimewa keluarga santap sahur pertama pada Ramadhan 1437
Hijriah.
"Ada yang kurang kalau tidak masak rendang menyambut puasa, mahal sedikit tidak apa kan cuma sekali-sekali," ujarnya.
Menurut dia, Ramadhan adalah bulan baik karena itu sebagai wujud rasa syukur perlu menyajikan menu istimewa untuk sahur.
"Alhamdullilah kami sekeluarga bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun ini, biar anak-anak semangat puasanya saya masakan rendang untuk mereka sahur dan buka," lanjut dia.
Sudah menjadi kelaziman saat-saat istimewa seperti menyambut bulan Ramadhan, rendang menjadi menu wajib di meja makan warga Padang.
Karena itu dalam dua hari terakhir akan dijumpai di dapur
warga, para ibu sibuk memasak makanan yang disebut sebagai menu terenak
di dunia oleh CNN pada 2011.
Untuk memasak sekilo rendang Fatimah menyiapkan bumbu mulai dari kelapa yang sudah tua, cabai giling, bawang merah, bawang putih, kemiri, serai hingga jahe.
Santan kelapa yang telah diperas terus diaduk dalam kuali dengan api kecil.
Semua bumbu digiling halus perlahan dituangkan, tangannya pun tak henti mengaduk agar merata dan tidak hangus.
Dua jam berlalu santan yang ada dalam kuali berubah warna menjadi kecoklatan.
Setelah santan berubah warna menjadi coklat dan kandungan minyaknya mulai ke luar, Fatimah mulai memasukkan potongan daging sapi yang telah dipotong kecil sembari terus mengaduk.
Daging sapi tersebut mulai matang, namun belum kering dan baru disebut kalio atau gulai daging dengan kuah kental kuning kecoklatan.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
Untuk memasak sekilo rendang Fatimah menyiapkan bumbu mulai dari kelapa yang sudah tua, cabai giling, bawang merah, bawang putih, kemiri, serai hingga jahe.
Santan kelapa yang telah diperas terus diaduk dalam kuali dengan api kecil.
Semua bumbu digiling halus perlahan dituangkan, tangannya pun tak henti mengaduk agar merata dan tidak hangus.
Dua jam berlalu santan yang ada dalam kuali berubah warna menjadi kecoklatan.
Setelah santan berubah warna menjadi coklat dan kandungan minyaknya mulai ke luar, Fatimah mulai memasukkan potongan daging sapi yang telah dipotong kecil sembari terus mengaduk.
Daging sapi tersebut mulai matang, namun belum kering dan baru disebut kalio atau gulai daging dengan kuah kental kuning kecoklatan.

0 comments:
Post a Comment