633 Cash - Malam itu di salah satu
sudut pasar Jejeran, yang berada cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta,
tepatnya berada di desa Wonokromo, Kecamatan Jetis, kabupaten Bantul
masih terlihat ramai.
Beberapa kendaraan roda empat tampak terpakir di jalan yang berada di tengah pasar.
Sedang di selasar pasar tradisional tersebut tampak cukup banyak orang, meski sudah tidak ada penjual sayur ataupun sembako.
Bagi masyarakat Yogyakarta, sate klathak mungkin sudah banyak yang mengenalnya.
Tetapi bagi orang di luar Yogyakarta, mungkin masih sedikit asing, karena sate jenis ini memang khas daerah Jejeran.
Sejatinya sate klathak adalah sate kambing yang dibakar di atas bara api, yang membuatnya unik adalah tusukannya.
Alih-alih menggunakan bambu, sate ini menggunakan jeruji roda sepeda sebagai tusukan sate.
Di kawasan Jejeran memang banyak penjual sate klathak, tetapi salah satu yang paling terkenal adalah milik Sabari dengan warungnya yang terkenal dengan nama Pak Bari.
Dijelaskannya, dirinya adalah generasi ketiga yang berjualan sate klathak.
"Dulu yang pertama kali berjualan sate klathak adalah simbah saya. Kemudian diteruskan olah bapak, kemudian saya," ujarnya.
Sebelum dikenal dengan nama sate klathak, sate jenis ini dikenal dengan nama sate uyah.
Hal tersebut karena sate ini hanya dibumbui menggunakan garam (uyah) sehingga menambah keunikan sate klathak.
Lebih lanjut Pak Bari mengatakan, awalnya penggunaan jeruji roda sepeda sebagai tusuk satenya agar tidak repot membuat tusuk dari bambu.
Tetapi dengan penggunaan jeruji yang terbuat dari besi menghasilkan daging yang matang sempurna hingga ke dalam daging, karena sifat besi yang menghantarkan panas.
Terkait dengan penamaan klathak, baru diberikan saat Pak Bari yang meneruskan usaha kuliner tersebut sejak tahun 1992.
Berawal dari kebiasaan bapak tiga orang anak tersebut mencari biji melinjo untuk dijual sebagai tambahan uang saku di sela-sela membantu berjualan sate.
Saat sedang membakar sate, Pak Bari iseng ikut membakar biji melinjo, dan bagi orang Yogyakarta, isi melinjo juga disebut dengan klathak. Dari situlah ide penamaan sate klathak muncul.
Citarasa sate klathak berbeda dari kebanyakan sate. Meskipun cuma diolah menggunakan garam, tetapi hal tersebut menciptakan rasa yang begitu gurih dan daging kambingnya pun terasa begitu empuk.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment