Live303 - Tanggal 26 November 1922 mungkin jadi hari-hari biasa bagi kebanyakan orang di dunia. Tapi jika kita membicarakan tentang perkembangan dunia arkeologi, ceritanya lain lagi. Pasalnya pada tanggal itulah makam Firaun Mesir Tutankhamun pertama kali ditemukan setelah sebelumnya tersembunyi selama 3000 tahun.Ada sesuatu hal yang nggak biasa tentang makam raja yang satu ini. Satu pendapat mengatakan kalau Raja Tutankhamun telah menyiapkan kutukan yang akan menyerang siapa pun yang mengganggu tidur panjangnya.
Seram banget, ya?Mungkin awalnya hal ini terdengar seperti mitos belaka. Namun setelah makam tersebut dibongkar para arkeolog dan orang-orang yang terlibat mulai mati satu per satu secara misterius. Di bawah ini kamu bisa lihat kasus kematian yang diduga terjadi karena kutukan raja Tut.George Herbert atau 5th Earl of Carnarvon adalah bangsawan yang membiayai proyek arkeologi penggalian makam Tutankhamun. Dia adalah orang yang paling berpengaruh dalam ekspedisi tersebut. Dan malangnya dia pula orang pertama yang diduga meninggal akibat kutukan raja Tut.Herbert tidak sengaja merobek gigitan nyamuk saat tengah bercukur dan tak lama kemudian menghembuskan napas terakhirnya karena keracunan darah. Kematian Carnarvon terjadi beberapa bulan setelah media mulai melaporkan tentang “kutukan mumi”; kutukan yang menimpa siapa saja yang berani mengganggu mumi di tempat peristirahatannya. Desas-desus mengatakan ketika Carnarvon meninggal di Mesir, semua lampu di tempat singgahnya secara misterius padam. Bahkan anjing keluarga Carnarvon juga mati setelah melolong kesakitan tanpa diketahui penyebab pastinya.Misteri yang menyertai kematian Carnarvon pun tidak berhenti sampai di situ. Pada malam Carnarvon meninggal, entah mengapa seluruh lampu di kota Kairo tiba-tiba padam. Keesokan paginya dua mayat pria ditemukan. Belakangan diketahui dua mayat itu adalah warga Mesir yang bekerja dengan Howard Carter di penggalian makam Tutankhamun.Dipekerjakan oleh Lord Carnarvon pada tahun 1914, Howard Carter merupakan arkeolog yang memimpin ekspedisi penemuan makam Tutankhamun. Howard Carter dan kelompokya berhasil menemukan makam raja Tut pada 26 November 1922. Carter bekerja bersama asistennya, Richard Bethell, dan beberapa arkeolog lainnya, di antaranya yaitu Arthur Mace, Hugh Evelyn-White, dan James Henry Breasted. Meskipun Carter adalah orang yang pertama kali masuk ke makam raja Tut, dia adalah yang paling beruntung di antara rekan-rekannya.Dalam kurun waktu 12 tahun, rekan kerja Carter mengalami kejadian tragis. Richard Bethell dan Evelyn-White mati bunuh diri, Arthur Mace keracunan arsenik, sedangkan James Henry Breasted menemukan burung kenarinya mati dimakan ular kobra di sangkarnya. Bahkan pangeran Mesir waktu itu, Ali Kemal Fahmy Bey, tewas ditembak istrinya pada tahun 1923 setelah mengunjungi proyek ekskavasi yang dipimpin Carter.
Seram banget, ya?Mungkin awalnya hal ini terdengar seperti mitos belaka. Namun setelah makam tersebut dibongkar para arkeolog dan orang-orang yang terlibat mulai mati satu per satu secara misterius. Di bawah ini kamu bisa lihat kasus kematian yang diduga terjadi karena kutukan raja Tut.George Herbert atau 5th Earl of Carnarvon adalah bangsawan yang membiayai proyek arkeologi penggalian makam Tutankhamun. Dia adalah orang yang paling berpengaruh dalam ekspedisi tersebut. Dan malangnya dia pula orang pertama yang diduga meninggal akibat kutukan raja Tut.Herbert tidak sengaja merobek gigitan nyamuk saat tengah bercukur dan tak lama kemudian menghembuskan napas terakhirnya karena keracunan darah. Kematian Carnarvon terjadi beberapa bulan setelah media mulai melaporkan tentang “kutukan mumi”; kutukan yang menimpa siapa saja yang berani mengganggu mumi di tempat peristirahatannya. Desas-desus mengatakan ketika Carnarvon meninggal di Mesir, semua lampu di tempat singgahnya secara misterius padam. Bahkan anjing keluarga Carnarvon juga mati setelah melolong kesakitan tanpa diketahui penyebab pastinya.Misteri yang menyertai kematian Carnarvon pun tidak berhenti sampai di situ. Pada malam Carnarvon meninggal, entah mengapa seluruh lampu di kota Kairo tiba-tiba padam. Keesokan paginya dua mayat pria ditemukan. Belakangan diketahui dua mayat itu adalah warga Mesir yang bekerja dengan Howard Carter di penggalian makam Tutankhamun.Dipekerjakan oleh Lord Carnarvon pada tahun 1914, Howard Carter merupakan arkeolog yang memimpin ekspedisi penemuan makam Tutankhamun. Howard Carter dan kelompokya berhasil menemukan makam raja Tut pada 26 November 1922. Carter bekerja bersama asistennya, Richard Bethell, dan beberapa arkeolog lainnya, di antaranya yaitu Arthur Mace, Hugh Evelyn-White, dan James Henry Breasted. Meskipun Carter adalah orang yang pertama kali masuk ke makam raja Tut, dia adalah yang paling beruntung di antara rekan-rekannya.Dalam kurun waktu 12 tahun, rekan kerja Carter mengalami kejadian tragis. Richard Bethell dan Evelyn-White mati bunuh diri, Arthur Mace keracunan arsenik, sedangkan James Henry Breasted menemukan burung kenarinya mati dimakan ular kobra di sangkarnya. Bahkan pangeran Mesir waktu itu, Ali Kemal Fahmy Bey, tewas ditembak istrinya pada tahun 1923 setelah mengunjungi proyek ekskavasi yang dipimpin Carter.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment