Live303 - Terdorong rasa penasaran akan kehidupan ikan nemo di dasar laut, Kelompok Nelayan Samudera Bakti, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar pengamatan di wilayah konservasi laut yang mereka kelola selama 48 jam. Dengan pendampingan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) Malang, secara bergantian 96 nelayan menyelam, masing-masing selama setengah jam.
Mahasiswa FKIP UB sebanyak 48 orang berlaku sebagai pendamping, masing-masing menyelam selama 1 jam bergantian. Area pengamatan mereka merupakan dua bunga karang di satu titik, dari 9 titik bunga karang di area konservasi Laut Bangsring, seluas 15 hektare.Penelitian dilakukan selama 3 hari.Dosen FKIP UB Dewa Gede Raka Wiadnya mengatakan tujuan pengamatan adalah belajar bersama nelayan mengenai tingkah laku nemo. Selain itu juga memahami sensitivitas nemo tanpa adanya bunga karang."Bunga karang memiliki sengatan racun, nemo bisa menawar racunnya itu. Ikan lain kalau masuk bunga karang itu akan tersengat," kata Gede kepada Merdeka Banyuwangi.Maka ketergantungan nemo pada bunga karang sangat tinggi, sebagai rumah sekaligus pelindung dari ikan pemangsanya. Dari pengamatan itu juga, terlihat nemo tidak akan berpindah dari satu bunga karang ke bunga karang lain bila jaraknya terlalu jauh, lebih dari 1,5 meter.Gede mengatakan, siang ataupun malam, sepanjang hidup nemo tidak pernah meninggalkan bunga karang.Siang hari ada satu induk betina nemo dan 2 anakan di salah satu bunga karang yang diamati. Sedangkan di bunga karang lain ada induk jantan, yang diperkirakan mereka semua sekeluarga. Menariknya, induk jantan berpindah dan berkumpul dengan keluarganya di malam hari."Sepertinya ikan nemo betina melindungi anaknya. Sedangkan nemo jantan berada di sekitarnya. Sedangkan kalau malam mereka kembali berkumpul jadi satu," kata dia.
Mahasiswa FKIP UB sebanyak 48 orang berlaku sebagai pendamping, masing-masing menyelam selama 1 jam bergantian. Area pengamatan mereka merupakan dua bunga karang di satu titik, dari 9 titik bunga karang di area konservasi Laut Bangsring, seluas 15 hektare.Penelitian dilakukan selama 3 hari.Dosen FKIP UB Dewa Gede Raka Wiadnya mengatakan tujuan pengamatan adalah belajar bersama nelayan mengenai tingkah laku nemo. Selain itu juga memahami sensitivitas nemo tanpa adanya bunga karang."Bunga karang memiliki sengatan racun, nemo bisa menawar racunnya itu. Ikan lain kalau masuk bunga karang itu akan tersengat," kata Gede kepada Merdeka Banyuwangi.Maka ketergantungan nemo pada bunga karang sangat tinggi, sebagai rumah sekaligus pelindung dari ikan pemangsanya. Dari pengamatan itu juga, terlihat nemo tidak akan berpindah dari satu bunga karang ke bunga karang lain bila jaraknya terlalu jauh, lebih dari 1,5 meter.Gede mengatakan, siang ataupun malam, sepanjang hidup nemo tidak pernah meninggalkan bunga karang.Siang hari ada satu induk betina nemo dan 2 anakan di salah satu bunga karang yang diamati. Sedangkan di bunga karang lain ada induk jantan, yang diperkirakan mereka semua sekeluarga. Menariknya, induk jantan berpindah dan berkumpul dengan keluarganya di malam hari."Sepertinya ikan nemo betina melindungi anaknya. Sedangkan nemo jantan berada di sekitarnya. Sedangkan kalau malam mereka kembali berkumpul jadi satu," kata dia.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment