Saturday, March 23, 2019

FAKTA MENGERIKAN DIBALIK GEMERLAPNYA KOTA DUBAI

Live303 - Saat mendengar wacana Dubai, kebanyakan orang niscaya akan terbayang sebuah kawasan yang begitu modern, dengan gedung-gedung pencakar langitnya yang menjulang tinggi serta mobil-mobil sport yang berseliweran di jalanan. Dubai memang identik sebagai kawasan yang amat glamor serta menjadi tujuan bagi para milyuner dunia untuk menghabiskan harta mereka. Karena itu banyak orang yang bermimpi untuk bisa sedikit meraih remah emas dari gemerlapnya kota yang satu ini.
Hanya saja yang tak banyak orang tahu yakni segala kemewahan dan kilau yang ada di Dubai dikala ini bersama-sama dibangun dengan pondasi yang amat mengerikan. Sudah menjadi diam-diam usang bila kota ini mempunyai aturan mereka sendiri. Sebuah aturan aturan khusus yang dirancang untuk membenarkan segala tindakan mereka dan melindungi orang-orang yang berkuasa di kota ini.
 FAKTA MENGERIKAN DIBALIK GEMERLAPNYA KOTA DUBAI

 Sebagai gambaran aturan aturan ini ibarat dengan aturan dinding besi milik Korea Utara, Somalia dan Sudan. Karena itu meski selalu menandakan dirinya sebagai kota paling Gemerlap di dunia dikala ini. Dubai bersama-sama masuk dalam daftar kota paling korup, rawan akan kejahatan dan kekerasan yang mirisnya justru dilakukan oleh pegawanegeri penegak aturan mereka.Mobil Mewah, Apartemen Tinggi Menjulang kelangit hingga gaya hidup yang terlihat kolam nirwana dunia, itulah bayangan orang wacana Dubai. Hal ini pula yang menjadi gambaran dari kota yang selalu menyenggarakan pesta tahun gres yang megah ini. Tapi hal itu hanyalah cangkang luar dari Dubai yang telah dihias hingga tampak indah. Sedangkan di dalamnya kota Dubai, bersama-sama sedang digerogoti problem korupsi yang amat serius. Penumpukan kekayaan hanya pada kalangan tertentu dan juga birokrasi pajak yang kacau telahmembuat jurang kemiskinan kian dalam di kota dengan puluhan gedung pencakar langit ini.
Setidaknya hal inilah yang di ungkapkan oleh Sheikh Mohammed yang menjabat sebagai Emir dari kota Dubai. Pria yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Uni Emirat Arab ini, menungkapkan kalau hanya dalam dua tahun terakhir saja rasio warga miskin di Dubai telah meningkat hingga 80%. Angka ini tentu sangat fantastis untuk sebuah negara yang mempunyai gambaran sebagai nirwana dunia. Peningkatan tingkat kemiskinan ini sendiri berasal dari sektor pekerja yang kian tak bisa mengikuti aturan aturan dan pajak di Dubai yang kian hari lebih condong memihak kaum borjuis.Dengan iming-iming upah yang besar, Dubai telah sukses menyedot banyak pekerja asing dari negara-negara dunia ke 3, untuk mengisi sektor buruh di kota ini. Banyak orang tergiur untuk bekerja di Dubai sebab iming-iming ini, tapi yang tak banyak orang tahu yakni tingginya biaya Visa Kerja di Dubai yang mencapai $2.500 atau nyaris mencapai 320 juta rupiah. Jumlah ini tentu sangat tinggi mengingat kebanyakan pekerja asing di Dubai berasal dari negara-negara miskin dimana pendapat perkapita setiap tahunya belum tentu mencapai angka $1.000.
Beratnya biaya Visa Kerja ini, sayangnya oleh para agent pekerja sering kali justru sepenuhnya dibebankan kepada para pekerja dengan menjanjikan akan kembalinya uang mereka sesudah 6 bulan bekerja. Tapi pada realitasnya sebab pekerjaan yang kian sedikit di Dubai dan tingginya biaya hidup di kota ini, jangankan dalam 6 bulan meski dalam satu tahun saja mungkin para pekerja ini tak akan bisa mengumpulkan uang sebesar $2.500 untuk dibawa pulang ke negara asalnya.

Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment