Live303 - Bosan dengan suasana liburan?Anda yang suka sejarah dan sesuatu yang menantang, cobalah menginap di sebuah resor yang dulunya merupakan wisma para penambang yang menggali emas dan perak di tahun 1880-an.Memang kedengarannya sedikit horor, karena lahan besar di pegunungan Colorado barat daya, Amerika Serikat itu kosong sejak tahun 1919.
Tapi justru di situlah sensasi antimainstream-nya.Sekarang, wisma tersebut telah dilahirkan kembali sebagai Dunton Hot Springs, sebuah resor kabin kelas atas di lokasi terpencil yang bisa wisatawan jadikan pelarian dari tekanan kehidupan modern.Menurut sejarah, kawasan Dunton dipilih oleh penambang karena geologi khususnya." Mereka menetap di lokasi tertentu ini karena sumber air panas alami. Itu adalah indikasi mineral yang baik di tanah," kata Christina Rossi, direktur pemasaran di Dunton Hot Springs, seperti dilansir laman Kabarberita.Sumber mata air panas itu, menurut Rossi kini dijadikan perawatan spa mewah di Dunton.100 tahun yang lalu, Dunton hanyalah sebuah kota pertambangan. Awalnya kota itu sejahtera, namun karena lokasinya yang terpencil membuat para penambang kesulitan untuk mengangkut bijih tambang. " Kota ini berjuang dengan isolasi," jelas Rossi.Ketika transportasi menjadi lebih bergantung pada kereta api, Dunton yang terpencil menghadapi perjuangan yang berat. Pada 1919, rumah-rumah kayu yang dibangun penduduk setempat di sepanjang Sungai Dolores Barat ditinggalkan. Pada tahun-tahun berikutnya, Dunton beroperasi sebagai peternakan sapi hingga sekitar tahun 1980-an.Ketika Dunton akhirnya dibeli oleh pemilik saat ini, Christoph Henkel pada 1990-an, ia memutuskan untuk melestarikan wisma-wisma kosong sebagai tempat liburan dan menciptakan sebuah resor bernuansa mewah tetapi juga bertujuan untuk melestarikan sejarah Dunte.Proyek renovasi ini merupakan proses yang rumit. Bangunan-bangunan yang berusia satu abad itu bobrok dan sebagian besar hancur berantakan." Banyak bangunan harus dipisahkan, kayu bulat diberi nomor, dan kemudian disatukan kembali seperti teka-teki jigsaw," jelas Rossi.
Tapi justru di situlah sensasi antimainstream-nya.Sekarang, wisma tersebut telah dilahirkan kembali sebagai Dunton Hot Springs, sebuah resor kabin kelas atas di lokasi terpencil yang bisa wisatawan jadikan pelarian dari tekanan kehidupan modern.Menurut sejarah, kawasan Dunton dipilih oleh penambang karena geologi khususnya." Mereka menetap di lokasi tertentu ini karena sumber air panas alami. Itu adalah indikasi mineral yang baik di tanah," kata Christina Rossi, direktur pemasaran di Dunton Hot Springs, seperti dilansir laman Kabarberita.Sumber mata air panas itu, menurut Rossi kini dijadikan perawatan spa mewah di Dunton.100 tahun yang lalu, Dunton hanyalah sebuah kota pertambangan. Awalnya kota itu sejahtera, namun karena lokasinya yang terpencil membuat para penambang kesulitan untuk mengangkut bijih tambang. " Kota ini berjuang dengan isolasi," jelas Rossi.Ketika transportasi menjadi lebih bergantung pada kereta api, Dunton yang terpencil menghadapi perjuangan yang berat. Pada 1919, rumah-rumah kayu yang dibangun penduduk setempat di sepanjang Sungai Dolores Barat ditinggalkan. Pada tahun-tahun berikutnya, Dunton beroperasi sebagai peternakan sapi hingga sekitar tahun 1980-an.Ketika Dunton akhirnya dibeli oleh pemilik saat ini, Christoph Henkel pada 1990-an, ia memutuskan untuk melestarikan wisma-wisma kosong sebagai tempat liburan dan menciptakan sebuah resor bernuansa mewah tetapi juga bertujuan untuk melestarikan sejarah Dunte.Proyek renovasi ini merupakan proses yang rumit. Bangunan-bangunan yang berusia satu abad itu bobrok dan sebagian besar hancur berantakan." Banyak bangunan harus dipisahkan, kayu bulat diberi nomor, dan kemudian disatukan kembali seperti teka-teki jigsaw," jelas Rossi.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment