Live303 - Pada usia 3 tahun, Gaius Caesar Germanicus pernah menemani ayahnya ke medan perang. Saat itu Gaius memakai baju perang mini yang menarik perhatian legiun Romawi. Sejak saat itulah Gaius dijuluki Caligula, yang artinya ‘sepatu kecil’. Tapi ironisnya, dalam sejarah dunia julukan yang terkesan kekanak-kanakan itu identik dengan nama penguasa Romawi paling kejam.
Pada umur 25 tahun, Caligula diangkat menjadi Kaisar Romawi yang ketiga. Masa pemerintahannya tergolong singkat, hanya sekitar 4 tahun (37-41 masehi) saja. Tapi selama waktu yang singkat itu, catatan sejarah menyebut Caligula telah melakukan berbagai kekejaman. Dan konon, dia juga punya perilaku yang terkesan seperti orang sinting.Sebenarnya, sebagian besar cerita populer mengenai Caligula berasal dari biografi singkat yang ditulis oleh sejarawan Romawi, Suetonius. Biografi tersebut ditulis puluhan tahun setelah Caligula wafa. Dan Suetonius pun punya reputasi buruk sebagai penulis. Dia kerap mencampuradukkan gosip dan faktadalam berbagai catatan sejarah yang ditulisnya. Jadi, ada kemungkinan beberapa bagian kisah Caligula berasal dari gosip yang beredar di masyarakat Romawi pada masa itu.Salah satu mitos menarik yang sering dibahas yaitu saat Caligula mendaulat kuda kesayangannya, Incitatus, sebagai penasihat kekaisaran. Caligula juga mengklaim dirinya sebagai Dewa. Dia bahkan membangun sebuah kuil tempat orang-orang bisa menyembahnya. Tak heran jika sejarawan menyebut Caligula sebagai mad emperor (kaisar gila).Saat pertama kali diangkat jadi kaisar, Caligula mendapat sambutan hangat dari rakyat Romawi. Berbagai kebijakan seperti upah tinggi untuk prajurit militer, pajak yang rendah, dan pembebasan tahanan yang dihukum secara tak adil, membuat Caligula segera dicintai rakyatnya. Sang Kaisar pun sering mengadakan berbagai pertunjukan seperti balapan kereta kuda, pentas drama, dan Gladiator.Namun di balik kepemimpinannya, Caligula punya cara yang ekstrem untuk melindungi harga dirinya sebagai Kaisar.Caligula mempunyai postur yang tinggi dan berkulit putih. Badannya yang dipenuhi bulu menyebabkan dia sering jadi bahan ejekan masyarakat Romawi di kala itu. Tapi setelah menjadi kaisar, dia enggan menoleransi bentuk hinaan apa pun yang dilayangkan kepadanya. Bahkan siapa pun yang kedapatan menyebut kata ‘domba’ (bentuk penghinaan pada Caligula yang badannya berbulu) di hadapan Caligula bakal dihukum mati.
Pada umur 25 tahun, Caligula diangkat menjadi Kaisar Romawi yang ketiga. Masa pemerintahannya tergolong singkat, hanya sekitar 4 tahun (37-41 masehi) saja. Tapi selama waktu yang singkat itu, catatan sejarah menyebut Caligula telah melakukan berbagai kekejaman. Dan konon, dia juga punya perilaku yang terkesan seperti orang sinting.Sebenarnya, sebagian besar cerita populer mengenai Caligula berasal dari biografi singkat yang ditulis oleh sejarawan Romawi, Suetonius. Biografi tersebut ditulis puluhan tahun setelah Caligula wafa. Dan Suetonius pun punya reputasi buruk sebagai penulis. Dia kerap mencampuradukkan gosip dan faktadalam berbagai catatan sejarah yang ditulisnya. Jadi, ada kemungkinan beberapa bagian kisah Caligula berasal dari gosip yang beredar di masyarakat Romawi pada masa itu.Salah satu mitos menarik yang sering dibahas yaitu saat Caligula mendaulat kuda kesayangannya, Incitatus, sebagai penasihat kekaisaran. Caligula juga mengklaim dirinya sebagai Dewa. Dia bahkan membangun sebuah kuil tempat orang-orang bisa menyembahnya. Tak heran jika sejarawan menyebut Caligula sebagai mad emperor (kaisar gila).Saat pertama kali diangkat jadi kaisar, Caligula mendapat sambutan hangat dari rakyat Romawi. Berbagai kebijakan seperti upah tinggi untuk prajurit militer, pajak yang rendah, dan pembebasan tahanan yang dihukum secara tak adil, membuat Caligula segera dicintai rakyatnya. Sang Kaisar pun sering mengadakan berbagai pertunjukan seperti balapan kereta kuda, pentas drama, dan Gladiator.Namun di balik kepemimpinannya, Caligula punya cara yang ekstrem untuk melindungi harga dirinya sebagai Kaisar.Caligula mempunyai postur yang tinggi dan berkulit putih. Badannya yang dipenuhi bulu menyebabkan dia sering jadi bahan ejekan masyarakat Romawi di kala itu. Tapi setelah menjadi kaisar, dia enggan menoleransi bentuk hinaan apa pun yang dilayangkan kepadanya. Bahkan siapa pun yang kedapatan menyebut kata ‘domba’ (bentuk penghinaan pada Caligula yang badannya berbulu) di hadapan Caligula bakal dihukum mati.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment