Wednesday, March 27, 2019

MENYUSURI SEJARAH MASJID JAMAE TERTUA DI SINGAPURA

Live303 - Chinatown adalah destinasi wisata favorit di Singapura yang tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Kawasan ini sangat unik karena seakan menjadi jejak sejarah masa lalu yang berpadu dengan perkembangan Singapura di masa kini. Jajaran toko-toko tradisional dan pasar malam diselingi dengan tumbuhnya toko modern dan cafe unik yang menjamur, meramaikan bangunan yang sudah dulu ada seperti kuil, museum, dan masjid yang tertua di Singapura, Masjid Jamae namanya.
 MENYUSURI SEJARAH MASJID JAMAE TERTUA DI SINGAPURA
Masjid Jamae mengusung gaya arsitektur eklektik dengan elemen dari Barat dan Timur di berbagai sudut bangunannya. Buat wisatawan pecinta seni dan sejarah, inilah tempat yang tepat untuk melihat arsitektur awal Singapura karena masjid ini belum pernah dibangun kembali meski sudah mengalami perbaikan di sana sini.Terletak di kawasan South Bridge Road, Chinatown, Jamae Mosque atau yang juga akrab disebut Masjid Chulia telah berdiri sejak 1826. Masjid ini adalah masjid pertama dari tiga masjid di Chinatown yang didirikan oleh kaum Chulia, sebutan bagi Muslim Tamil yang berasal dari India Selatan.Bangunannya sendiri baru selesai dibangun antara tahun 1830 hingga 1835. Warisan sejarah Muslim Tamil tidak hanya Masjid Jamae Chulia saja, namun juga ada Masjid Al-Abrar dan Nagore Darga yang terletak di Jalan Telok Ayer.Saat ini Masjid Jamae menjadi destinasi wisata pilihan karena disebut-sebut sebagai masjid yang memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan. Selain rutinitas salat lima waktu, di sini juga sering diadakan seminar dan diskusi tentang keyakinan agama dan sosial.Hal yang pertama menarik perhatian ketika melihat Masjid Jamae adalah pintu masuknya yang tidak biasa. Ada dua menara berbentuk segi delapan yang membingkai gerbangnya dengan kubah berbentuk bawang di bagian atasnya. Masing-masing menara tersebut dibuat dalam tujuh tingkat. Di bagian atas pintunya juga terdapat miniatur yang mirip dengan gambaran sebuah istana.

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment