Sunday, March 17, 2019

SUKU INI MENGGUNAKAN TULANG MANUSIA SEBAGAI SENJATA UNTUK MEMBELA DIRI

Live303 - Keluarga merupakan anugerah terindah dalam kehidupan. Ketika ada salah satu dari anggota keluarga yang berpulang, tentu anggota yang lain akan sangat amat merasa kehilangan. Terlebih jika yang pulang adalah orang yang dicintai seperti orangtua. Untuk menghormati kepergiannya, beberapa suku di Indonesia memiliki budaya yang tidak sama.
 SUKU INI MENGGUNAKAN TULANG MANUSIA SEBAGAI SENJATA UNTUK MEMBELA DIRI

Ada yang dikuburkan secara normal setelah melewati upacara kematian, namun ada pula yang tidak dikubur alias dijadikan sebagai mumi setelah meninggal. Namun, seperti hal itu berbeda jauh dengan tradisi dari suku yang ada di negara tetangga, Papua Nugini.Menurut laporan Live Science, beberapa penduduk tradisional yang ada di Papua Nugini memiliki dua buah jenis pisau dengan bahan yang berbeda. Pertama merupakan pisau yang berasal dari tulang burung kasuari dan yang kedua merupakan pisau yang berasal dari tulang kerabat yang telah meninggal. Terdengar begitu menyeramkan ya? Namun itulah kenyataan yang ada.Nathaniel Dominy, pemimpin penelitian terhadap tradisi tak lazim dari suku yang ada di Papua Nugini menjelaskan kalau pisau yang terbuat dari tulang manusia lebih kuat daripada pisau yang terbuat dari tulang burung kasuari.
Padahal kalau dilihat, ukuran tubuh burung kasuari jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia. Lalu, kenapa pisau yang terbuat dari tulang manusia bisa lebih kuat dibandingkan dengan tulang burung kasuari?
Dominy menjelaskan di dalam penetiannya bahwa hal yang membedakan pisau dari tulang burung kasuari dengan tulang manusia adalah proses penciptaannya.Tulang burung kasuari memang cenderung lebih pipih dibandingkan dengan tulang manusia. Hal ini membuat volume pada tulang burung kasuari lebih kecil sehingga kekuatannya pun tidak sekuat tulang manusia.
Untuk membuktikan perbedaan kedua pisau tulang, Dominy melakukan sebuah uji coba dengan menggunakan alat CT Scan. Hasilnya, tulang burung kasuari mampu menahan beban hingga 200 Newton sebelum benar-benar patah.
Sementara tulang manusia mampu menahan beban dua kalinya. Pembuktian tersebut tidak lantas membuat pisau tulang kasuari menjadi tidak berguna. Pasalnya terdapat kekurangan dari pisau tulang manusia. Kekurangannya adalah tulang yang digunakan tidak boleh berasal dari sembarang orang.
Oleh karena sulit didapatkan, maka proses penciptaannya pun membutuhkan waktu dan tingkat ketelitian yang lebih tinggi agar pisau menjadi awet. Sementara pisau tulang burung kasuari ketika patah dapat lebih mudah diganti.

Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment