Live303 - Bayangkan jika gunung-gunung yang ada di dunia ini tingginya semakin bertambah hingga menyentuh atmosfer.Pasti yang akan merasa repot adalah para pilot pesawat dan burung-burung yang terbang di udara. Mereka akan sulit bermanuver untuk menghindari gunung-gunung tersebut.Tapi bersyukurlah, karena menurut ilmu pengetahuan, sebuah gunung tidak akan bisa lebih tinggi lagi dari Gunung Everest, yang pucuknya mencapai 8.840 meter di atas permukaan laut.
Menurut Nadine McQuarrie, profesor di Departemen Geologi dan Ilmu Lingkungan di University of Pittsburgh, Amerika Serikat, ada dua faktor utama yang membatasi pertumbuhan gunung.Faktor pembatas pertama adalah gravitasi. Banyak gunung terbentuk karena gerakan di lapisan permukaan bumi yang dikenal sebagai lempeng tektonik.Menurut teori lempeng tektonik, kerak bumi bersifat mobile dan dinamis, yang dibagi menjadi potongan-potongan besar yang bergerak seiring dengan waktu.Ketika dua lempeng bertabrakan, tumbukan memaksa material dari ujung yang bersentuhan untuk bergerak ke atas. Proses inilah yang membentuk pegunungan Himalaya di Asia, termasuk Gunung Everest.Lempeng tersebut selalu bertabrakan dan gunung yang terbentuk terus bertumbuh, sampai menjadi terlalu sulit untuk melakukannya dalam melawan gravitasi.Di dalam prosesnya, gunung pun akhirnya menjadi terlalu berat. Massa gunung yang terlalu berat itulah yang menghentikan pertumbuhannya ke atas.Tetapi gunung juga bisa terbentuk dengan cara lain. Gunung-gunung vulkanik, seperti yang ada di Kepulauan Hawaii, misalnya, terbentuk dari batuan cair yang meletus melalui kerak hingga akhirnya menumpuk." Namun mereka juga akhirnya menjadi terlalu berat dan tidak bisa melawan gravitasi sehingga pertumbuhannya akan terhenti," kata McQuarrie.Dengan kata lain, jika Bumi memiliki gravitasi yang kecil, gunung-gunungnya akan tumbuh menjadi lebih tinggi. Hal itu terjadi di Planet Mars.Di planet ini, gunung tampak jauh lebih tinggi daripada di Bumi. Olympus Mons Mars, gunung berapi tertinggi di tata surya, tingginya mencapai 25.000 meter atau hampir tiga kali lebih tinggi dari Gunung Everest.
Menurut Nadine McQuarrie, profesor di Departemen Geologi dan Ilmu Lingkungan di University of Pittsburgh, Amerika Serikat, ada dua faktor utama yang membatasi pertumbuhan gunung.Faktor pembatas pertama adalah gravitasi. Banyak gunung terbentuk karena gerakan di lapisan permukaan bumi yang dikenal sebagai lempeng tektonik.Menurut teori lempeng tektonik, kerak bumi bersifat mobile dan dinamis, yang dibagi menjadi potongan-potongan besar yang bergerak seiring dengan waktu.Ketika dua lempeng bertabrakan, tumbukan memaksa material dari ujung yang bersentuhan untuk bergerak ke atas. Proses inilah yang membentuk pegunungan Himalaya di Asia, termasuk Gunung Everest.Lempeng tersebut selalu bertabrakan dan gunung yang terbentuk terus bertumbuh, sampai menjadi terlalu sulit untuk melakukannya dalam melawan gravitasi.Di dalam prosesnya, gunung pun akhirnya menjadi terlalu berat. Massa gunung yang terlalu berat itulah yang menghentikan pertumbuhannya ke atas.Tetapi gunung juga bisa terbentuk dengan cara lain. Gunung-gunung vulkanik, seperti yang ada di Kepulauan Hawaii, misalnya, terbentuk dari batuan cair yang meletus melalui kerak hingga akhirnya menumpuk." Namun mereka juga akhirnya menjadi terlalu berat dan tidak bisa melawan gravitasi sehingga pertumbuhannya akan terhenti," kata McQuarrie.Dengan kata lain, jika Bumi memiliki gravitasi yang kecil, gunung-gunungnya akan tumbuh menjadi lebih tinggi. Hal itu terjadi di Planet Mars.Di planet ini, gunung tampak jauh lebih tinggi daripada di Bumi. Olympus Mons Mars, gunung berapi tertinggi di tata surya, tingginya mencapai 25.000 meter atau hampir tiga kali lebih tinggi dari Gunung Everest.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment