Live303 - Keberadaan kereta api tidak pernah bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah di sejumlah negara. Alat angkut tersebut berjasa besar bagi perkembangan peradaban.Indonesia memiliki beberapa kereta dengan penggerak lokomotif uap yang sebagian disimpan di Ambarawa, Jawa Tengah. Demikian halnya dengan Australia, yang mengabadikan sebagian lokomotif tersebut di Victoria.
Bahkan, kereta 'jadul' tersebut masih dioperasikan hingga saat ini. Kereta tua bernama 'Puffing Billy' ini merupakan salah satu atraksi bagi pengunjung Victoria." Jalur kereta ini dibangun sejak 1900," kata Marketing Manager Puffing Billy, Emma Hutchinson, di Stasiun Menzie Creek, Puffing Billy Railway, Victoria, Australia.Emma menuturkan pembangunan jalur kereta ini dulu untuk mengangkut penumpang, kentang, tanaman, sampai hewan ternak.Rel kereta ini terhubung dengan enam stasiun, yaitu Belgrave Station, Menzies Creek Station, Emerald Station, Lakeside Station, Cockatoo Station, dan Gembrook Station.Malah pada 1953, rel kereta di antara Belgrave Station dan Menziek Creek Station tertimbun longsor. " Setelah itu, jalurnya direstorasi," kata dia.Kereta uapnya kini tak lagi mengangkut barang. Kereta itu disulap menjadi kereta wisata. Satu rangkaian kereta terdiri atas 10 gerbong. Selain romantisisme masa lalu, kereta ini juga menyajikan pemandangan gunung di sepanjang rute Gembrook-Belgrave."Kini, Puffing Billy menjadi daya tarik bagi turis dan mengundang mereka untuk menjajal pengalaman naik kereta tua," kata dia.Tiket kereta dijual mulai dari 13 dolar Australia, setara Rp124 ribu. Bentuk tiketnya unik dan masih terbuat dari karton berwarna hijau.Harganya memang cukup menguras kantong. Tapi, ini semua terbayar oleh pemandangan alamnya yang kental. Apalagi ditambah dengan kicauan burung dan suara-suara hewan lainnya.
Bahkan, kereta 'jadul' tersebut masih dioperasikan hingga saat ini. Kereta tua bernama 'Puffing Billy' ini merupakan salah satu atraksi bagi pengunjung Victoria." Jalur kereta ini dibangun sejak 1900," kata Marketing Manager Puffing Billy, Emma Hutchinson, di Stasiun Menzie Creek, Puffing Billy Railway, Victoria, Australia.Emma menuturkan pembangunan jalur kereta ini dulu untuk mengangkut penumpang, kentang, tanaman, sampai hewan ternak.Rel kereta ini terhubung dengan enam stasiun, yaitu Belgrave Station, Menzies Creek Station, Emerald Station, Lakeside Station, Cockatoo Station, dan Gembrook Station.Malah pada 1953, rel kereta di antara Belgrave Station dan Menziek Creek Station tertimbun longsor. " Setelah itu, jalurnya direstorasi," kata dia.Kereta uapnya kini tak lagi mengangkut barang. Kereta itu disulap menjadi kereta wisata. Satu rangkaian kereta terdiri atas 10 gerbong. Selain romantisisme masa lalu, kereta ini juga menyajikan pemandangan gunung di sepanjang rute Gembrook-Belgrave."Kini, Puffing Billy menjadi daya tarik bagi turis dan mengundang mereka untuk menjajal pengalaman naik kereta tua," kata dia.Tiket kereta dijual mulai dari 13 dolar Australia, setara Rp124 ribu. Bentuk tiketnya unik dan masih terbuat dari karton berwarna hijau.Harganya memang cukup menguras kantong. Tapi, ini semua terbayar oleh pemandangan alamnya yang kental. Apalagi ditambah dengan kicauan burung dan suara-suara hewan lainnya.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment