Wednesday, October 16, 2019

MENYUSURI PESONA ALAM SULAWESI TERSEMBUNYI DI GORONTALO

Live303 - Kawasan tengah dan timur Indonesia menyimpan pesona alam yang menakjubkan. Tak mengherankan jika kawasan ini selalu jadi tujuan liburan setiap tahunnya.Salah satu pesona itu bisa kamu temukan di Gorontalo. Provinsi muda yang baru berdiri pada 5 Desember 2000 ini dikenal sebagai Serambi Madinah.Salah satu alasannya, 97 persen penduduk Gorontalo adalah Muslim taat. Ajaran Islam sangat melekat dalam kehidupan masyarakatnya. Walau berusia sangat muda, Gorontalo mampu mengembangkan diri dengan baik. 
 MENYUSURI PESONA ALAM SULAWESI TERSEMBUNYI DI GORONTALO
Sejumlah pembangunan berjalan terutama di sektor pariwisata. Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat paham kawasannya memiliki potensi yang luar bisa bermanfaatnya jika dikembangkan. Alhasil, muncul banyak sekali destinasi wisata alam dengan pemandangan yang begitu indah.Ada banyak destinasi alam Gorontalo yang masih tersembunyi. Mulai dari pantai, pulau hingga air terjun, semuanya ada. Pemandangan alam bawah lautnya juga sangat mempesona, ditambah dengan adanya Teluk Tomini, teluk terbesar di Indonesia.Teluk terbesar di Indonesia ini terletak di tiga provinsi, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo. Luas teluk ini kurang lebih 6 juta hektar.Ada sekitara 90 pulau terhampar di kawasan Teluk Tomini. 56 pulau di antaranya termasuk dalam kawasan Gorontalo. Di tengah-tengahnya terdapat satu gunung api aktif, tepatnya di Pulau Una-una.Karena letaknya di kawasan gunung api, Teluk Tomini memiliki pemandangan bawah laut yang mempesona. Topografi pantai di Teluk Tomini bergelombang, banyak yang berlumpur dan cocok jadi habitat pohon bakau, terumbu karang, dan biota laut lainnya.Ada banyak aktivitas wisata yang bisa dilakukan di teluk ini. Dari menyelam, snorkeling, menaiki perahu hingga olahraga air lainnya. Beberapa titik di Teluk Tomini sangat cocok untuk menikmati pemandangan bawah laut, seperti di Pulau Togian, Pulau Buyat dan 30 titik lainnya di Gorontalo.  

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment