633 Cash - Monumen batu kuno dari masa 5.000 tahun lalu ditemukan di Israel.
Bentuknya menyerupai bulan sabit. Namun apa fungsinya masih jadi misteri.

Terletak
sekitar 13 kilometer barat laut Danau Galilea atau Danau Genesaret,
struktur tersebut berukuran sangat besar -- volumenya mencapai sekitar
14.000 meter kubik, memiliki panjang kira-kira 150 meter -- lebih
panjang dari lapangan American football.Gerabah tanah liat yang
diekskavasi dari area sekitarnya mengindikasikan, struktur tersebut
monumen tersebut berasal dari masa 3050 SM hingga 2650 SM. Lebih tua
dari piramida-piramida Mesir. Monumen itu dibangun lebih dulu dari
Stonehenge. Para arkeolog sebelumnya menduga, struktur tersebut
adalah bagian dari dinding kota. Namun, studi terbaru yang dilakukan Ido
Wachtel, mahasiswa S3 di Hebrew University of Jerusalem mengindikasikan
tak ada kota di dekatnya. Atau dengan kata lain, struktur tersebut
diduga kuat adalah monumen tunggal. "Interpretasi yang diusulkan dari situs itu adalah tengara (
landmark)
yang menonjol di alam sekitarnya. Untuk menandai kepemilikan dan untuk
menegaskan otoritas dan hak atas sumber daya alam oleh penduduk pedesaan
atau pastoral lokal," kata Wachtel seperti dikutip Kabarberita. Mengapa
bulan sabit? Menurut Wachtel, bentuk tersebut penting secara simbolik
-- simbol Dewa Bulan dalam kepercayaan Mesopotamia Kuno. "Nama dewa itu
Sin," kata dia. Kota kuno terdekat yang disebut Bet Yerah --
yang diterjemahkan menjadi 'rumah dewa bulan' berlokasi satu hari
berjalan kaki dari monumen berbentuk bulan sabit. Mungkin struktur
tersebut menjadi penanda batas kota, namun tak mungkin difungsikan
sebagai benteng karena letaknya yang terlalu jauh. Monumen sepanjang 150 meter dengan lebar 20 meter, memiliki tinggi
sekitar 7 meter. "Diperkirakan butuh waktu 35 ribu sampai 50 ribu hari
untuk membangunnya," kata Wachtel. Pembangunan monumen itu tak
mudah bagi penduduk saat itu yang bergantung pada pertanian. Pada saat
monumen itu dibangun, Bet Yerah terletak hanya 29 km jauhnya. Sebuah
kota besar dengan tata kota yang terencana dan sistem benteng sebagai
bentuk perlindungan. Demikian diungkap dalam studi yang dijelaskan
secara detil di
Journal of Near Eastern Archaeology. Penduduknya
berhubungan dagang dengan Mesir -- yang ditunjukan dalam sejumlah
artefak termasuk kendi bertuliskan huruf hieroglif. Nama Bet
Yerah juga mengindikasikan hubungannya dengan dewa bulan. Meski tak
pasti apakah nama yang sama dipakai 5.000 tahun lalu. Setidaknya, para
peneliti menyebut nama 'Bet Yerah' tercatat dalam naskah rabbinik Yahudi
yang berusia 1.500 tahun. Struktur batu lainnya juga ditemukan
di monumen bulan sabit itu. Salah satunya disebut Rujum el-Hiri di
Dataran Tinggi Golan -- area di timur Danau Galilea -- yang memiliki
empat lingkaran dengan piramida batu kasar (
cairn) di tengahnya.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment