Saturday, October 15, 2016

Monumen Misterius Berbentuk Bulan Sabit Ditemukan di Israel

633 Cash - Monumen batu kuno dari masa 5.000 tahun lalu ditemukan di Israel. Bentuknya menyerupai bulan sabit. Namun apa fungsinya masih jadi misteri.

www.633cash.com
Terletak sekitar 13 kilometer barat laut Danau Galilea atau Danau Genesaret, struktur tersebut berukuran sangat besar -- volumenya mencapai sekitar 14.000 meter kubik, memiliki panjang kira-kira 150 meter -- lebih panjang dari lapangan American football.Gerabah tanah liat yang diekskavasi dari area sekitarnya mengindikasikan, struktur tersebut monumen tersebut berasal dari masa 3050 SM hingga 2650 SM. Lebih tua dari piramida-piramida Mesir. Monumen itu dibangun lebih dulu dari Stonehenge. Para arkeolog sebelumnya menduga, struktur tersebut adalah bagian dari dinding kota. Namun, studi terbaru yang dilakukan Ido Wachtel, mahasiswa S3 di Hebrew University of Jerusalem mengindikasikan tak ada kota di dekatnya. Atau dengan kata lain, struktur tersebut diduga kuat adalah monumen tunggal. "Interpretasi yang diusulkan dari situs itu adalah tengara (landmark) yang menonjol di alam sekitarnya. Untuk menandai kepemilikan dan untuk menegaskan otoritas dan hak atas sumber daya alam oleh penduduk pedesaan atau pastoral lokal," kata Wachtel seperti dikutip Kabarberita. Mengapa bulan sabit? Menurut Wachtel, bentuk tersebut penting secara simbolik -- simbol Dewa Bulan dalam kepercayaan Mesopotamia Kuno. "Nama dewa itu Sin," kata dia. Kota kuno terdekat yang disebut Bet Yerah -- yang diterjemahkan menjadi 'rumah dewa bulan' berlokasi satu hari berjalan kaki dari monumen berbentuk bulan sabit. Mungkin struktur tersebut menjadi penanda batas kota, namun tak mungkin difungsikan sebagai benteng karena letaknya yang terlalu jauh. Monumen sepanjang 150 meter dengan lebar 20 meter, memiliki tinggi sekitar 7 meter. "Diperkirakan butuh waktu 35 ribu sampai 50 ribu hari untuk membangunnya," kata Wachtel. Pembangunan monumen itu tak mudah bagi penduduk saat itu yang bergantung pada pertanian. Pada saat monumen itu dibangun, Bet Yerah terletak hanya 29 km jauhnya. Sebuah kota besar dengan tata kota yang terencana dan sistem benteng sebagai bentuk perlindungan. Demikian diungkap dalam studi yang dijelaskan secara detil di Journal of Near Eastern Archaeology. Penduduknya berhubungan dagang dengan Mesir -- yang ditunjukan dalam sejumlah artefak termasuk kendi bertuliskan huruf hieroglif. Nama Bet Yerah juga mengindikasikan hubungannya dengan dewa bulan. Meski tak pasti apakah nama yang sama dipakai 5.000 tahun lalu. Setidaknya, para peneliti menyebut nama 'Bet Yerah' tercatat dalam naskah rabbinik Yahudi yang berusia 1.500 tahun. Struktur batu lainnya juga ditemukan di monumen bulan sabit itu. Salah satunya disebut Rujum el-Hiri di Dataran Tinggi Golan -- area di timur Danau Galilea -- yang memiliki empat lingkaran dengan piramida batu kasar (cairn) di tengahnya.


Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment