633 Cash - Pulau Kemarau atau Kemaro menjadi salah satu destinasi menyedot
perhatian wisatawan mancanegara (wisman) ataupun turis lokal. Fasilitas
bangunan klenteng dan pagoda yang tinggi juga menjadikan Pulau Kemaro
sebagai tempat peribadatan etnis Tionghoa terbesar saat perayaan Cap Go
Meh di Palembang, Sumatera Selatan.Tak
cuma etnis Tionghoa dari Indonesia yang berdatangan.

Turis dari negara
tetangga seperti China, Malaysia, dan Singapura pun menjadi langganan
saban tahun.Bukan hanya sebagai pusat wisata religi, Pulau Kemaro
juga terkenal dengan legenda asmara Putri Siti Fatimah, anak dari raja
di Palembang dan Tan Bunn Ann, yang merupakan anak raja di China yang
hijrah ke Palembang.Sepasang kekasih ini mati menceburkan diri
ke Sungai Musi dan kuburannya menjadi seonggok tanah yang meluas menjadi
Pulau Kemaro. Lalu legenda Pohon Cinta yang dapat membuat hubungan
sepasang kekasih yang datang ke sana bisa langgeng dan bahagia.Legenda
itu pun menjadi ikon Pulau Kemarau yang sangat terkenal di Indonesia
hingga ke luar negeri. Namun, Legenda Siti Fatimah tersebut seakan
menenggelamkan sejarah penting yang terjadi di Pulau Kemaro. Bahkan
banyak warga Palembang yang tidak mengetahui tentang cerita sejarah yang
terjadi di kawasan tersebut."Cerita Siti Fatimah itu hanya
legenda, tidak ada bukti otentiknya. Bahkan kita tidak tahu, siapa nama
raja yang menjadi orangtua Siti Fatimah tersebut. Hanya disebutkan saja
bahwa dia anak raja. Padahal ada sejarah yang lebih penting yang
dilupakan oleh warga Palembang," ucap sejarawan Sumatera Selatan, Ali
Hanafiah, kepada Kabarberita.Ia menuturkan, sejarah Pulau Kemaro terjadi saat masa pemerintahan
Keraton Palembang Darussalam. Kemaro menjadi lokasi benteng pertahanan
lapisan pertama yang dinamakan Tambak Bayo.Ali menjelaskan
benteng pertahanan Pulau Kemarau menjadi kunci penting masuknya kolonial
Belanda ke Palembang. Para penjajah sangat sulit untuk masuk ke
Palembang karena kuatnya pertahanan di Benteng Tambak Bayo.Dari
tahun 1811, Belanda mengincar Benteng Tambak Bayo untuk ditaklukkan.
Barulah pada 1821, Benteng Tambak Bayo dapat dihancurkan dengan tipu
muslihat Belanda.Saat itulah, Ali menambahkan, Belanda baru bisa
masuk dan menyerbu pertahanan Palembang Darussalam. Saat Belanda
berhasil menjebol Benteng Tambak Bayo dan menguasai Palembang, seluruh
prajuritnya diberikan kenaikan pangkat dua kali lipat sebagai bentuk
penghargaan atas jerih payah mereka.Namun, bangunan Benteng Tambak Bayo tidak tersisa sedikit pun. Lantaran
itulah, tak mengherankan bila kemudian sejarah perjuangan Keraton
Palembang Darussalam terlupakan, bahkan dari warga Palembang sendiri."Tidak
banyak yang tahu tentang sejarah Benteng Tambak Bayo tersebut. Padahal
sejarah itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana kekuatan dari
Keraton Palembang Darussalam berupaya menghalau penjajahan Belanda di
Palembang," ujar Ali.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment