633 Cash - Sebuah bangunan serupa hotel bersebelahan dengan rumah-rumah dan
pabrik-pabrik kecil di Kawasaki. Sekilas, Sou Sou tampak seperti hotel
biasa. Tapi, ada suatu perbedaan mencolok.
Hotel tersebut bahkan menjadi tempat privat bagi para kerabat dan mereka yang berduka untuk menyampaikan hormat kepada seseorang yang telah meninggal.
Populasi usia uzur di Negeri Matahari Terbit semakin tinggi, sehingga terjadi daftar tunggu untuk melakukan kremasi. Waktu tunggu penggunaan krematorium bisa seminggu atau lebih, terutama di kawasan perkotaan.
Dengan biaya 9.000 yen (Rp 1,2 juta) per hari, Sou Sou memberikan kesempatan keluarga yang berduka untuk menempatkan jenazah selagi menunggu ketersediaan krematorium.
Hisao Takegishi, presiden Sou Sou, mengatakan, "Bisnis ini menguntungkan." Ia menambahkan, tingkat isian hotel ini mencapai 70 hingga 80 persen pada tahun lalu.
Tentu saja jenazah bisa ditempatkan dalam kamar jenazah di lokasi krematorium, tapi fasilitas di sana sedikit lebih menyedihkan, dengan ruang pendingin yang terkunci dan waktu kunjungan yang terbatas.
Takegishi, yang dulunya pernah menjadi direktur pemakaman selama satu dekade, melanjutkan, "Jauh sekali dari idealnya suatu tempat perkabungan bagi orang-orang tercinta."
"Saya hanya ingin menyediakan tempat selain ruang mayat krematorium sehingga orang bisa berduka dengan tenang, selayaknya di rumah."
Di Sou Sou, keluarga-keluarga bisa menghias ruangan dengan bunga dan kenangan tentang mendiang. Tempat itu sendiri terdaftar sebagai fasilitas penyimpanan, tapi para anggota keluarga bisa menginap kalau mau. Tidurnya di kursi panjang dan bisa juga memesan makanan, imbuh Takegishi.
Ada beberapa bisnis yang menyediakan jasa serupa, atau bahkan dengan paket-paket layanan yang lebih lengkap lagi.
Pada 2010, perusahaan jasa layanan Nichiryoku Company di Tokyo membuka fasilitas mirip hotel bernama Lastel di Yokohama dan Shin-Yokohama.
Wakil presiden perusahaan, Kimiaki Takemura, menjelaskan bahwa gedung bertingkat sembilan di Shin-Yokohama memiliki ruang lengkap untuk penyimpanan jenazah dan juga balai kedukaan, ruang pertemuan, mimbar agama Buddha, dan ruang pamer berbagai jenis peti mati.
Kata Takemura, "Semua yang diperlukan ada dalam gedung ini. Penawaran paket lengkap dalam satu gedung merupakan hal yang baik bagi bisnis maupun keluarga yang berduka."
Jumlah pengguna semakin banyak, tapi volume penjualan per klien semakin menyusut karena orang semakin mengupayakan pemakaman yang lebih kecil dan sederhana, imbuh Takemura.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment