633 Cash - Pekan lalu, terjadi penampakan awan tak biasa yang tertangkap radar
di atas langit St Louis, sebuah kota di negara bagian Missouri, Amerika
Serikat. Bentuknya menyerupai kupu-kupu. Apa jawaban misteri itu? Badan
Layanan Cuaca Nasional AS atau National Weather Service akhirnya
mengungkap, bahwa pola unik tersebut diakibatkan kupu-kupu sungguhan.
Itu memang kebetulan yang langka. Kupu-kupu raja atau monarch butterfly (
Danaus plexippus)
yang bermigrasi bersama-sama membentuk pola raksasa menyerupai bentuk
tubuh mereka pada radar dalam waktu singkat pada Jumat 19 September 2014
sore. Prakirawan cuaca menduga, ratusan kupu-kupu raja terbang
pada ketinggian 1.525 hingga 1.825 meter di atas tanah, mengarah ke
Meksiko. "Meski berukuran kecil, kibaran sayap mereka adalah target
radar yang baik," demikian pernyataan National Weather Service di laman
Facebooknya, seperti Kabarberita
. Tak
ada siapapun yang menyaksikan kumpulan kupu-kupu itu terbang. Namun,
sinyal pada radar menunjukkan 'target' adalah objek yang mengepakkan
sayap, datar, dan biologis. Mengarah pada kupu-kupu raja.Hummingbird atau kolibri juga sedang bermigrasi dalam waktu bersamaan.
Namun, burung tersebut memilih terbang di ketinggian di atas pucuk
pohon. Pola serupa bukan kali pertamanya yang tertangkap radar.
Pada tahun 2011, kawanan burung hitam di atas Beebe, Arkansas membentuk
penampakan kepala dan paruh hewan bersayap itu. Sementara pada
Juni 2013 lalu, penampakan aneh pada radar membuat para prakirawan cuaca
di Huntsville, Alabama terkesima. Belakangan diketahui itu adalah
partikel reflektif yang digunakan untuk menguji radar militer.Waktu
kemunculan pola aneh pada radar bertepatan dengan migrasi kupu-kupu
raja dari wilayah Great Lakes -- seperti telacak oleh lembaga nonprofit
Monarch Watch. Hewan-hewan itu menghabiskan musim panas, menyebar di
Great Lakes dan timur laut AS dan Kanada. Mereka bermigrasi di musim
gugur menuju Michoacan, Meksiko. Kupu-kupu raja cenderung
terbang bersama pada kondisi cuaca yang menguntungkan. Seperti burung,
mereka memanfaatkan arus udara yang timbul, yang bisa menghemat energi
dalam perjalanan 2 bulan di udara menuju Meksiko. Kadang, mereka
terbang sendirian atau berpasangan. Namun, kawanan yang terdiri dari
puluhan atau ratusan serangga bersayap oranye itu terpantau bermigrasi
bersamaan. Demikian menurut Monarch Watch.Kekeringan, suhu
dingin, dan paparan pestisida di sepanjang rute migrasi dan di
hutan-hutan Meksiko telah memicu penurunan dramatis populasi kupu-kupu
raja. Jumlah mereka anjlok ke level terendah, 33 juta kupu-kupu selama
musim dingin di Meksiko pada tahun 2013.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment