633 Cash - Dalam penerbangan internasional, terutama dengan durasi yang panjang tentunya memerlukan kondisi yang tenang dan nyaman.
Namun para penumpang penerbangan Azur Air dari Antalya di Turki ke Moskow ini harus menghadapi situasi menegangkan. Hal ini terjadi setelah seorang penumpang meninggal.
Para penumpang tersebut terpaksa harus duduk tenang, sementara jenazah seorang penumpang terbaring di lorong pesawat selama tiga jam.
Seorang penumpang penerbangan tersebut tewas ketika pesawat mengudara.
Penumpang yang tewas tersebut adalah seorang perempuan berusia 50 tahun yang menderita diabetes dan diduga meletakkan obat-obatannya di bagasi.
Dilansir oleh Kabarberita korban yang tidak disebutkan namanya tersebut dilaporkan tewas setelah pesawat terbang selama 45 menit dari Antalya di selatan Turki menuju ke ibukota Rusia, Moskow.
Awak kabin pesawat yang menggunakan armada Boeing 757 tersebut tidak bisa berbuat banyak untuk menolong korban karena korban tidak membawa insulin.
Para penumpang tersebut terpaksa harus duduk tenang, sementara jenazah seorang penumpang terbaring di lorong pesawat selama tiga jam.
Seorang penumpang penerbangan tersebut tewas ketika pesawat mengudara.
Penumpang yang tewas tersebut adalah seorang perempuan berusia 50 tahun yang menderita diabetes dan diduga meletakkan obat-obatannya di bagasi.
Dilansir oleh Kabarberita korban yang tidak disebutkan namanya tersebut dilaporkan tewas setelah pesawat terbang selama 45 menit dari Antalya di selatan Turki menuju ke ibukota Rusia, Moskow.
Awak kabin pesawat yang menggunakan armada Boeing 757 tersebut tidak bisa berbuat banyak untuk menolong korban karena korban tidak membawa insulin.
Menurut suami korban yang namanya juga tidak disebutkan,
perempuan itu memutuskan menyimpan obat-obatannya di bagasi pesawat
karena dia baru saja mendapat suntikan insulin satu jam sebelum terbang.
Pasangan suami istri tersebut tidak memiliki persiapan bilamana kondisi sang istri akan memburuk.
Para awak pesawat kemudian memutuskan membaringkan jenazah perempuan tersebut di koridor dan menutupinya dengan selimut.
Kapten penerbangan juga memutuskan untuk terbang langsung ke Moskow dan bukannya melakukan pendaratan darurat.
Korban sendiri diduga menderita gagal jantung akut.
Peristiwa kematian di tengah penerbangan merupakan kemungkinan kecil dibandingkan banyaknya jumlah penumpang setiap harinya.
Namun kebanyakan maskapai penerbangan biasanya memiliki persiapan untuk menghadapi kejadian semacam itu.
Para awak kabin diperintahkan, misalnya saja, untuk memindahkan jenazah ke tempat duduk yang kosong di kelas bisnis di pesawat.
Sementara itu armada pesawat yang lebih besar bahkan dilengkapi dengan semacam "laci jenazah" sehingga para awak pesawat dapat membuat jenzah tersebut tidak terlihat dari para penumpang.
Pasangan suami istri tersebut tidak memiliki persiapan bilamana kondisi sang istri akan memburuk.
Para awak pesawat kemudian memutuskan membaringkan jenazah perempuan tersebut di koridor dan menutupinya dengan selimut.
Kapten penerbangan juga memutuskan untuk terbang langsung ke Moskow dan bukannya melakukan pendaratan darurat.
Korban sendiri diduga menderita gagal jantung akut.
Peristiwa kematian di tengah penerbangan merupakan kemungkinan kecil dibandingkan banyaknya jumlah penumpang setiap harinya.
Namun kebanyakan maskapai penerbangan biasanya memiliki persiapan untuk menghadapi kejadian semacam itu.
Para awak kabin diperintahkan, misalnya saja, untuk memindahkan jenazah ke tempat duduk yang kosong di kelas bisnis di pesawat.
Sementara itu armada pesawat yang lebih besar bahkan dilengkapi dengan semacam "laci jenazah" sehingga para awak pesawat dapat membuat jenzah tersebut tidak terlihat dari para penumpang.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment