633 Cash - Aktivitas seksual
sudah menjadi kebutuhan dasar bagi pasangan suami istri. Tak sedikit
dari mereka yang mencoba hal-hal baru agar kualitas hubungan mereka
tetap terjaga.
Namun Anda harus hati-hati ketika melakukan hubungan seksual, jangan sampai apa yang dialami pria ini terjadi kepada Anda.
Dilansir dari situs Kabarberita, peristiwa ini dialami seorang pria berusia 59 tahun di Kota Ho Chi Minh, Vietnam.
Kepada dokter yang memeriksanya, dia bercerita kalau dirinya semula mendengar suara keras dari kemaluannya saat bercinta dengan pasangannya.
Dia saat itu tak merasakan kesakitan. Lalu, ketika diperiksa ke dokter, ternyata ada organ kemaluannya yang rusak.
Menurut laporan koran lokal Tuoi Tre, alat kelamin pria paruh baya itu juga bengkak dan membiru karena patah tadi.
"Organ ini bengkak dan memar. Sudah pasti ada kerusakan di sendi," tutur Dr Mai Ba Tien Dung dari rumah sakit Binh Dan.
Ia merupakan dokter yang menangani pengobatan pria 59 tahun yang namanya dirahasikan tadi.
Dr Dung menambahkan peristiwa seperti ini sangat jarang terjadi oleh para lelaki. Apabila terjadi pun, biasanya terjadi dalam kondisi ereksi penuh.
"Gejala yang jelas saat patah ini disertai dengan rasa sakit yang tajam," tambahnya.
Gejala ini juga diikuti dengan kondisi membiru, dan rasa sakit yang berkelanjutan.
Lalu, apakah bisa sembuh? Ternyata kemungkinan untuk sembuh juga sangat kecil.
"Jika tak melakukan operasi tepat waktu, pasien akan menderita dan mengalami disfungsi ereksi.
Kasus pasien ini jarang. Terjadi hanya sekali dari seribu kasus alat kelamin patah yang tercatat dalam literatur medis," tambahnya.
"Organ ini bengkak dan memar. Sudah pasti ada kerusakan di sendi," tutur Dr Mai Ba Tien Dung dari rumah sakit Binh Dan.
Ia merupakan dokter yang menangani pengobatan pria 59 tahun yang namanya dirahasikan tadi.
Dr Dung menambahkan peristiwa seperti ini sangat jarang terjadi oleh para lelaki. Apabila terjadi pun, biasanya terjadi dalam kondisi ereksi penuh.
"Gejala yang jelas saat patah ini disertai dengan rasa sakit yang tajam," tambahnya.
Gejala ini juga diikuti dengan kondisi membiru, dan rasa sakit yang berkelanjutan.
Lalu, apakah bisa sembuh? Ternyata kemungkinan untuk sembuh juga sangat kecil.
"Jika tak melakukan operasi tepat waktu, pasien akan menderita dan mengalami disfungsi ereksi.
Kasus pasien ini jarang. Terjadi hanya sekali dari seribu kasus alat kelamin patah yang tercatat dalam literatur medis," tambahnya.

0 comments:
Post a Comment