Tuesday, October 11, 2016

Di Negara Ini Perempuan Dilecehkan Setiap Hari

633 Cash - Bagi Ghizlane Ahblain, kata "pelacur" selalu didengarnya di kota asalnya, Marrakesh.

Kata tersebut dilontarkan mulai dari pintu berwarna merah muda sampai ke sepeda motor butut yang mesinnya berusaha tetap berjalan di kemacetan jalan utama kota.
www.633cash.com
"Di Maroko, apa pun yang Anda lakukan, Anda seorang pelacur," kata Ghizlane yang bekerja di sebuah hotel.
"Jika memakai gincu, Anda seorang pelacur. Jika memakai penutup kepala, Anda seorang pelacur," ujarnya.
Ketidakpuasan disampaikan warga Maroko berumur 30 tahun tersebut saat dia duduk di teras sebuah kafe di Marrakesh tengah.
Seperti kebanyakan perempuan di Maroko, Ghizlane mengalami pelecehan seksual setiap hari.
Namun, beberapa tahun lalu, dia mulai melawan.
Taktiknya adalah membesar-besarkannya sehingga lebih sulit bagi pria untuk melecehkan wanita di jalan, baik secara fisik maupun perkataan.
Dia mendebat pria yang mengatakan, "Anda memiliki kaki yang bagus" atau berteriak maling ketika seseorang menyatakan komentar seksi di bank.
"Harus lebih banyak orang yang mengutuk tingkah laku seperti ini," katanya. "Pria di negara kami tidak mengetahui kapan harus berhenti."
Dengan gelar pascasarjana dan rok pendeknya, Ghizlane mengakui dia bukanlah perempuan Maroko pada umumnya.
Namun, dia bukanlah satu-satunya orang yang menentang pelecehan seksual.
Di Rabat, ibu kota negara itu yang berada di pesisir pantai, BBC menunggu kedatangan Mo di stasiun pusat.
Dia berjalan di atas ubin yang mengilat, dengan rambut coklatnya yang lebat. Perbincangan kami agak canggung.
Dia mengatakan dirinya tidak terbiasa membicarakan hak perempuan. Teman-temannya tidak terlalu tertarik.
"Mimpi saya adalah perempuan Maroko belajar cara menghentikan pelecehan seksual," katanya.
"Ketika seseorang melecehkannya, saya bermimpi perempuan menampar wajahnya."
Dia bermaksud menghadiri kursus bela diri, tetapi ternyata dia harus mendapatkan izin pemerintah dan permintaannya tidak diperhatikan.
Mo malahan dihadapkan kepada pelecehnya langsung, satu per satu. "Ketika salah satunya berusaha menyentuh saya," katanya.
"Saya meneriakinya. Saya katakan, "Mengapa Anda melakukan ini? Mereka tidak memahaminya. Saya tidak pernah mendapatkan reaksi positif."
Namun, Rancangan Undang-Undang Pelecehan Seksual saat ini sedang dibicarakan di parlemen Maroko.


Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment