633 Cash - Seorang pria miskin di India menggotong jenazah istrinya hingga 12 km
setelah rumah sakit diduga tidak dapat menyediakan ambulans untuk
membawa jenazah kembali ke desa mereka.
Majhi mengatakan desanya terletak 60 km dari rumah sakit dan dia tidak mampu menyewa kendaraan untuk membawa jenazah istrinya.
Namun, otoritas rumah sakit menepis tuduhan itu.
"Wanita tersebut dibawa ke rumah sakit pada Selasa dan meninggal pada malam yang sama. Suaminya mengambil jenazah tanpa memberitahu petugas rumah sakit," kata petugas medis senior, B Brahma.
Istri Majhi diperkirakan meninggal pada Selasa malam dan Majhi mulai berjalan dengan menggotong jenazah istrinya pada Rabu setelah petugas rumah sakit terus mendesaknya untuk mengambil jenazah.
"Saya terus memohon kepada pihak rumah sakit untuk menyediakan kendaraan untuk membawa jenazah istri saya, tapi tidak ada bantuan. Karena saya orang miskin dan tidak mampu menyewa kendaraan pribadi, saya tak ada pilihan selain menggotongnya," kata Majhi.
Menurut Majhi, pada Rabu pagi dia membungkus jenazah
istrinya dengan kain dan mulai berjalan menuju desanya di Melghar,
ditemani anak perempuannya berusia 12 tahun.
Dia telah berjalan sekitar 12 km ketika beberapa orang di jalan menghalanginya dan kemudian ambulans pun tiba.
Jenazah istri Majhi akan dikremasi pada Rabu sore.
Petugas administrasi di Bhawanipatna, Brunda D, mengatakan dia mengurus kendaraan untuk membawa jenazah Amang segera setelah dia mengetahuinya. "Saya sudah meminta petugas berwenang untuk menyediakan 2.000 rupe untuk keluarga, dalam (aturan) Harischandra Yojana, yaitu skema pemerintah yang memberikan warga miskin sejumlah uang untuk mengkremasi jenazah anggota keluarga. Selain itu, keluarga juga akan mendapatkan 10.000 rupe dari Palang Merah," katanya.
Pada Februari, pemerintah India mengumumkan skema untuk memastikan mobil jenazah tersedia untuk membawa jenazah warga miskin dari rumah sakit kembali ke rumah mereka.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, pusat pelayanan kesehatan di Orissa telah menerima setidaknya enam laporan dari daerah-daerah terpencil, ada warga yang membawa jenazah dengan sepeda, becak, dan bahkan dipan kayu karena tak punya uang untuk menyewa kendaraan.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
Dia telah berjalan sekitar 12 km ketika beberapa orang di jalan menghalanginya dan kemudian ambulans pun tiba.
Jenazah istri Majhi akan dikremasi pada Rabu sore.
Petugas administrasi di Bhawanipatna, Brunda D, mengatakan dia mengurus kendaraan untuk membawa jenazah Amang segera setelah dia mengetahuinya. "Saya sudah meminta petugas berwenang untuk menyediakan 2.000 rupe untuk keluarga, dalam (aturan) Harischandra Yojana, yaitu skema pemerintah yang memberikan warga miskin sejumlah uang untuk mengkremasi jenazah anggota keluarga. Selain itu, keluarga juga akan mendapatkan 10.000 rupe dari Palang Merah," katanya.
Pada Februari, pemerintah India mengumumkan skema untuk memastikan mobil jenazah tersedia untuk membawa jenazah warga miskin dari rumah sakit kembali ke rumah mereka.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, pusat pelayanan kesehatan di Orissa telah menerima setidaknya enam laporan dari daerah-daerah terpencil, ada warga yang membawa jenazah dengan sepeda, becak, dan bahkan dipan kayu karena tak punya uang untuk menyewa kendaraan.

0 comments:
Post a Comment