633 Cash - AL India
yang bertanggungjawab untuk mengamankan wilayah laut dan juga
memproyeksikan kekuatan negara besar tersebut, sudah lama menyadari
pentingnya peran pesawat patroli maritim.
Pada 1973, AL India
mengevaluasi tiga jenis pesawat sebagai calon MPA: Breguet
Atlantiquedari Perancis, Nimrod dari Inggris, dan pesawat amfibi Beriev
Be-12 dari Uni Soviet.
India pun melirik Ilyushin Il-38 May yang juga dijuluki Orionski oleh Barat karena kemiripannya dengan P-3 Orion AL AS.
Awalnya Uni Soviet menolak karena stok Il-38 mereka tidak mencukupi, bahkan untuk operasional patroli maritim Armada Pasifik dan Laut Utara.
Namun karena lobi gencar dan statusnya sebagai pelanggan loyal, akhirnya Rusia menyerah.
Il-38 akhirnya disuplai untuk India dan masuk skadron AL INAS (Indian Navy Air Squadron) 315 Winged Stallions (Kuda Terbang) di INS Hansa, Dabolim, Goa.
Total lima pesawat melengkapi skadron ini pada 1983. Il-38 menjadi pesawat Patmar India pertama, menyusul delapan unit Tu-142MK-E yang juga difungsikan sebagai pesawat Patmar dan dioperasikan INAS 312.
Sejalan perkembangan teknologi, sudah tentu pesawat-pesawat yang dibeli pada dekade 1980-an sudah ketinggalan zaman, dimana teknologi kapal perang permukaan maupun kapal selam sudah jauh melebihi kemampuan sensor yang terpasang.
India pun menengok ke Rusia untuk memodernisasi armada Il-38 yang mereka miliki, dan kontrak ditandatangani Kementrian Pertahanan India dengan Rosoboronexport pada September 2001.
Nilainya mencapai 205 juta dolar AS untuk memodifikasi lima unit pesawat dengan paket sensor Sea Dragon yang dibuat Leninets Systems Engineering Research Institute di St. Petersburg, Rusia.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment