633 Cash - Pura Mangkunegaran adalah kerajaan yang berdiri pada 1757 saat penjajahan Belanda di Indonesia masih berlangsung.
Raden Mas Said sekaligus menjadi Pangeran Mangkunagoro I, bukan raja karena Pura Mangkunegaran bukan kerajaan.
Bangunan Mangkunegaran unik berciri khas Jawa dan Eropa.
Bangunan Jawa tampak pada bangunan pendopo joglo dan budaya Eropa tampak dari ornamen-ornamen.
Wisatawan yang berkunjung ke Pura Mangkunegaran hendak membeli tiket masuk seharga Rp 10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 20.000 untuk wisatawan asing.
Pengelola wisata Mangkunegaran juga menyediakan pemandu untuk menghantar wisatawan dengan membayar sukarela atau memberikan tip.
Saat memasuki area Pura Mangkunegaran, pemandu akan mengajak wisatawan berjalan kebutara menuju bangunan joglo besar yaitu Pendopo Ageng.
Wisatawan diwajibkan untuk melepas sepatu atau sandal untuk memasuki pendopo.
Pemandu menyediakan kantung plastik untuk mewadahi sepatu atau sandal sehingga mudah dibawa.
Di Pendopo Ageng, terdapat ornamen-ornamen Eropa seperti lampu gantung, patung singa berwarna emas, dan ornamen di langit-langit dan empat tiang penyangga (saka guru), gamelan yang dimainkan di acara-acara tertentu seperti pementasan tari.
Setelah Pendopo, wisatawan akan diperkenalkan bangunan Pringgitan.
Pringgitan adalah serambi bagian depan Dalem Ageng dengan foto-foto keluarga Mangkunagoro.
Dibalik Pringgitan terdapat Dalem Ageng atau dapat dikatakan sebagai museum.
Dalem Ageng adalah ruang yang sakral dan wisatawan dilarang mengambil gambar dan mengenakan alas kaki.
Ruangan Dalem Ageng menyimpan banyak koleksi kerajaan, seperti: cincin, kalung, celana badong (celana dalam terbuat dari emas), senjata, dan lukisan penguasa-penguasa Mangkunegaran.
Bagian tengah Dalem Ageng terdapat ruang yang tertutup kain, konon digunakan untuk pengantin.
Selanjutnya wisatawan akan ditunjukan bagian tengah Dalem Ageng yang berisi taman dan ruang keluarga kediaman raja.
Terdapat bangunan bersegi delapan bernama Pracimoyoso yang dahulu digunakan untuk berkumpul keluarga dan tamu.
Di sekitar bangunan terdapat kolam ikan dan taman lebat dengan tanaman hijau seperti suasana pedesaan.
Ruang berikutnya adalah ruang makan yang berisi kaca besar dan hiasan-hiasan seperi gading gajah dan ornamen Jawa lainnya.
Perkenalan berakhir pada sebuah lorong yang terdapat foto-foto keluarga Mangkunegaran berlantai marmer dengan ornamen-ornamen yang oenuh dengan lukisan dan cinderamata raja.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment