Tuesday, August 16, 2016

Secangkir Kopi Seibu Saudara, Sensasi Ngopi di Genjah Arum Banyuwangi

633 Cash - Warung kopi milik Iwan Subekti ini tak pernah sepi. Berlokasi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Warung itu dikemas menjadi perkampungan Osing. Tempat ini bisa disebut juga miniatur desa adat Osing.

www.633cash.com
Tempat itu dikenal dengan Sanggar Genjah Arum Banyuwangi. empat itu menjadi tempat ngopinya tamu-tamu yang datang ke Banyuwangi.
Pemilik sanggar, Iwan, merupakan pengusaha dan peracik kopi yang kaya pengalaman. Iwan memiliki koleksi kopi dari berbagai belahan dunia yang diracik dengan cara yang berbeda-beda. Termasuk kopi yang tak kalah nikmat, yakni Kopai Osing, asli Banyuwangi.
“Sekali seduh kita bersaudara,” kata Iwan, yang selalu dia katakan saat menyuguhkan kopi pada tamunya.
Letaknya di dataran tinggi, dengan desain rumah-rumah Osing asli. Kursi dan dari kayu, dipadu dengan ornamen-ornamen tempo dulu, banyak menghiasi tempat itu.
Sanggar Genjah Arum terletak di lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi. Terdapat tujuh rumah Osing, yang ditata beraturan. Ngopi kian berkesan dengan adanya pohon-pohon kopi yang berukuran mini di sekitar halaman.
Sebagai orang asli Banyuwangi, Iwan tak ingin budaya Osing ditinggalkan. Itulah yang membuat Iwan membangun sanggar ini, sebagai bentuk cintanya pada Banyuwangi, dan melestarikan budaya Osing. Iwan mengumpulkan rumah-rumah adat. Bahkan di antara rumah Osing itu ada yang berusia di atas 100 tahun.
Memasuki area Genjah Arum, pengunjung akan disuguhkan musik dari penumbuk padi yang dilantunkan oleh mbah-mbah (nenek-nenek) yang mengenakan jarik. Pengunjung pun juga bisa mencoba memainkan alat penumbuk padi itu.
Ngopi terasa kian nikmat, karena biasanya disuguhkan pula tarian gandrung khas Banyuwangi. Disuguhkan pula jajanan tradisional, tempe, tahu, pisang goreng, kucur, yang langsung dimasak di tempat. Apabila beruntung, bisa juga menikmati durian.
Di tempat itu, aneka macam racikan kopi asli Banyuwangi disuguhkan. Dengan cangkir kecil dan sendok dari kayu kelapa, kian membawa larut ke alam pedesaan.
Selain suasana yang memanjakan mata, keistimewaan di tempat ini adalah kopi. Wajib ngopi apabila berkunjung ke sana. Bagi yang tak tahan dengan kopi, Iwan memiliki kopi yang tidak membuat mulas di perut. Iwan telah dikenal sebagai suhunya kopi. Dia merupakan tester kopi, dan telah berkeliling ke penjuru dunia sebagai juri kopi. Brasil, Amerika Serikat, Jepang, negara-negara Asia Tenggara, telah dikunjunginya untuk menjadi juri.
Di tempat ini, minum kopi harus benar-benar menikmati. Tidak hanya sekadar minum. Namun nikmati satu persatu proses saat meminum kopi.
“Sebelum diminum nikmati dulu aroma kopinya. Angkat cangkir dan dekatkan pada bibir. Hirup aromanya, baru diseruput,” kata Iwan.


Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment