633 Cash - Temuan ular masuk rumah orang di berbagai daerah memicu kegelisahan
warga. Ular-ular baik yang liar maupun ular piaraan lepas begitu
mudahnya menyelinap ke permukiman.

Terkait "serangan" ular ini,
menarik mencermati kembali fenomena serupa yang lebih masif di Semarang.
Di Kota Lumpia itu tercatat pernah ada kejadian banyak ular ke
permukiman, memicu isu dan aksi tindak lanjut yang inspiratif. Pada Februari lalu, munculnya puluhan ekor ular piton
berbagai jenis di perkampungan pusat Kota Semarang memunculkan berbagai
spekulasi. Salah satunya isu kerajaan ular di bawah kota.Sebagian
masyarakat mengaku pernah mendengar adanya terowongan drainase buatan
Belanda yang menghubungkan Lawangsewu-SMAN 1 Semarang-Benteng Pendem.
Drainase itulah yang dicurigai sebagai kerajaan ular. Ketika tempat
mereka penuh, ular-ular itu keluar mencari habitat baru.Sejarawan Kota Semarang Jongkie Tio menampik dugaan tersebut. Menurut
dia, lorong bawah kota itu belum tentu saluran drainase karena hingga
kini belum pernah ditemukan lorong yang saling berhubungan itu."Itu semacam mitos saja barangkali. Namun kalau ada yang meyakini ya
monggo. Yang pasti bukti keberadaan lorong itu tak ditemukan," kata Jongkie Tio.Jongkie mengisahkan pengalaman masa kecilnya tinggal di kawasan seputar Simpang Lima.
Menurut dia, saat hujan yang menyebabkan banjir, banyak ular
berkeliaran. Namun, ia tak menyebutkan hal itu disebabkan karena adanya
drainase.Jongkie justru menyalahkan dataran rendah dan ketiadaan drainase yang
justru menyebabkan banjir selalu terjadi di kawasan Simpang Lima.
Penanganan serius terhadap banjir di kawasan itu baru dimulai pasca-Orde
Baru, yakni saat dipimpin Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip.Sepakat
dengan Jongkie, arsitek Unika Soegijopranoto, Tjahjono Rahardjo, juga
menyebut lorong bawah tanah di kawasan Simpanglima tidak mungkin ada.Lelaki
yang sedang meneliti sejumlah bangunan kuno di Kota Lama dan planologi
peninggalan Belanda itu beralasan sejumlah bangunan yang berdiri di
kawasan itu dibangun dalam masa berbeda-beda."Dari Benteng
Pendem, Lawangsewu, SMA 1, dan RS Kariadi itu membangunnya beda zaman.
Beda tahun. Sangat tidak mungkin," kata Tjahjono.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment