Wednesday, August 31, 2016

Rahasia di Balik Isu Kerajaan Ular Semarang

633 Cash - Temuan ular masuk rumah orang di berbagai daerah memicu kegelisahan warga. Ular-ular baik yang liar maupun ular piaraan lepas begitu mudahnya menyelinap ke permukiman.

www.633cash.com
Terkait "serangan" ular ini, menarik mencermati kembali fenomena serupa yang lebih masif di Semarang. Di Kota Lumpia itu tercatat pernah ada kejadian banyak ular ke permukiman, memicu isu dan aksi tindak lanjut yang inspiratif. Pada Februari lalu, munculnya puluhan ekor ular piton berbagai jenis di perkampungan pusat Kota Semarang memunculkan berbagai spekulasi. Salah satunya isu kerajaan ular di bawah kota.Sebagian masyarakat mengaku pernah mendengar adanya terowongan drainase buatan Belanda yang menghubungkan Lawangsewu-SMAN 1 Semarang-Benteng Pendem. Drainase itulah yang dicurigai sebagai kerajaan ular. Ketika tempat mereka penuh, ular-ular itu keluar mencari habitat baru.Sejarawan Kota Semarang Jongkie Tio menampik dugaan tersebut. Menurut dia, lorong bawah kota itu belum tentu saluran drainase karena hingga kini belum pernah ditemukan lorong yang saling berhubungan itu."Itu semacam mitos saja barangkali. Namun kalau ada yang meyakini ya monggo. Yang pasti bukti keberadaan lorong itu tak ditemukan," kata Jongkie Tio.Jongkie mengisahkan pengalaman masa kecilnya tinggal di kawasan seputar Simpang Lima. Menurut dia, saat hujan yang menyebabkan banjir, banyak ular berkeliaran. Namun, ia tak menyebutkan hal itu disebabkan karena adanya drainase.Jongkie justru menyalahkan dataran rendah dan ketiadaan drainase yang justru menyebabkan banjir selalu terjadi di kawasan Simpang Lima. Penanganan serius terhadap banjir di kawasan itu baru dimulai pasca-Orde Baru, yakni saat dipimpin Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip.Sepakat dengan Jongkie, arsitek Unika Soegijopranoto, Tjahjono Rahardjo, juga menyebut lorong bawah tanah di kawasan Simpanglima tidak mungkin ada.Lelaki yang sedang meneliti sejumlah bangunan kuno di Kota Lama dan planologi peninggalan Belanda itu beralasan sejumlah bangunan yang berdiri di kawasan itu dibangun dalam masa berbeda-beda."Dari Benteng Pendem, Lawangsewu, SMA 1, dan RS Kariadi itu membangunnya beda zaman. Beda tahun. Sangat tidak mungkin," kata Tjahjono.


Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment