633 Cash - Banyaknya warung kikil di Surabaya tidak membuat pelanggan Kikil Sapi Ria kehilangan penggemar.
Kikil Ria yang dikelola Cak Kas, panggilan Kasdono di komplek pujasera (foodcourt) di Jl Embong Blimbing, Surabaya.
Ada lebih dari satu penjual. Semua kompak menggunakan kata 'Ria' di belakangnya.
Nama Ria ini sepertinya terpengaruh legenda kikil Pak Ratno, yang berjualan di bioskop Ria, Jl Kombes Pol M Duryat tahun 1965.
Warung Cak Kas tidak terlalu luas tapi ramai dikunjungi penggemar kikil.Ketika Kabarberita bertandang, sedikitnya delapan orang tengah bersantap di warung dengan dominasi cat biru dan hijau itu.
"Rata-rata tamu hotel di Jl Basuki Rahmad, pernah tamu dari Korea makan di sini," tutur Cak Kas.
Satu porsi kikil Rp 20.000 di sebuah mangkuk kecil, tambah lontong Rp 4.000.
Ada delapan potongan kikil sapi dengan kuah hangat kecokelatan. Kikilnya begitu empuk, tidak mengganjal di tenggorokan.
Empuknya kikil Cak Kas merupakan hasil dari proses presto 90 menit. Presto ditaruh di atas kompor yang panas.
Proses matang kikil terlihat dari uap air yang cukup banyak. Cak Kas mematikan api dan membiarkan hingga dingin.
Proses pembuatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di rumah Cak Kas, daerah Driyorejo Gresik. "Sehari saya membuat 15 kg sampai 20 kg kikil," jelasnya.
Warung Kikil Sapi Ria buka pukul 11.00-00.00 WIB. Seorang pelanggan, Linawati (47) yang datang bersama dengan keluarga mengaku sudah berlangganan sejak tahun 80-an.
Hampir setiap seminggu atau dua minggu sekali mampir meski rumahnya di kawasan Lontar, Surabaya.
"Rasa kikilnya pedas, asam. Kalau manisnya tidak terlalu berlebihan dan dagingnya empuk. Sekali makan bisa dua mangkuk," tambah Lina lantas tersenyum.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment