633 Cash - Masih ingat korban
pelemparan batu oleh beberapa oknum yang menimpa delapan orang
pengendara motor, Sabtu (11/6/2016), pukul 11.30 Wita.
Sekira pukul 07.30 Wita, Kamis (16/6/2016), ayah korban, Kasduri (51) beserta beberapa kerabat korban menggunakan transportasi air paling awal menuju Tarakan, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Balipapan dengan menggunakan pesawat terbang.
Sebelumnya, korban dirawat di RSUD Malinau. Namun, karena luka yang diderita terlalu parah, RSUD Malinau memilih untuk merujuk korban.
"Ini merupakan usaha kami untuk memberikan pengobatan kepada anak kami, agar anak kami bisa sembuh. Inginnya anak kami ini dirawat di Malinau saja dan tidak usah jauh-jauh ke Balikapapan. Tapi mau apa lagi, pernyataan dokter di RSUD Malinau yang tidak mampu dalam menangani penyembuhan lukanya maka terpaksa kami harus menempuh jalan pengobatan di Balikpapan," ujar Kasduri sebelum meninggalkan RSUD Malinau.
Kasduri menjelaskan, luka anaknya cukup parah dan memerlukan tindakan medis khusus.RSUD Malinau, tidak memiliki alat dan tenaga ahli yang lengkap dalam melaksanakan tindakan medis terhadap luka-luka yang terdapat di tubuh anaknya. Merujuk merupakan pilihan paling bijak RSUD Malinau.
"Jadi, menurut diagnosis dokter RSUD Malinau terdapat gumpalan darah di kepala anak saya yang harus segera dikeluarkan. Dan gumpalan darah itu tidak dapat dikeluarkan begitu saja oleh dokter yang tidak memiliki keahlian khusus, sekaligus ditunjang dengan alat-alat yang memadai. RSUD Malinau tidak memiliki hal tersebut. Sehingga, harus dirujuk ke Balikpapan," jelasnya.
Dengan wajah sedih, Kasduri mengungkapkan, bisa-bisanya oknum tersebut tega melempar batu kepada anaknya yang masih sangat muda.
Melihat kondisi anaknya saat ini, Kasduri menyatakan sangat sedih, dan selalu memikirkan nasib dan masa depan anaknya ketika pulih nanti.
"Kasihan saya melihat Mas, tengkorak kepalanya itu retak. Dahinya harus mendapatkan belasan jahitan. Beberapa giginya tanggal karena benturan saat ia jatuh. Bukan hanya itu, beberapa giginya itu sampai masuk dalam gusi secara tidak wajar karena benturan keras itu. Hal tersebut membuat anak saya susah berbicara. Belum lagi luka-luka di sekujur tubuhnya," ujarnya menunduk sedih.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi koboi jalanan ini menimpa empat motor yang ditumpangi delapan orang.Saat malam kejadian, empat motor tersebut dilempar batu dan balok oleh puluhan oknum yang telah menanti para pengendara motor saat melintas di jalan Pusat Pemerintahan.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment