633 Cash - Jika anda berkunjung ke Desa
Balunijuk Kecamatan Merawang kabupaten Bangka, tepat ditengah
perkampungan, ada sebuah rumah panggung yang masih berdiri kokoh kendati
sudah berusia ratusan tahun.
Rumah panggung yang dibangun almarhum Haji Muhammad Ali dan almarhum Hj Ropisah ini adalah rumah pertama yang berdiri di Desa Balunijuk.
Kini keberadaan rumah panggung itu menjadi penanda berdirinya desa Balunijuk.
Asitektur rumah panggung itu benar-benar mencerminkan arsitektur khas rumah Melayu Bangka.
Jika papan dinding rumah yang kita kenal biasanya dibangun mendatar, di rumah panggung itu dibuat tersusun berdiri tegak.
Sementara atap gentengnya dibuat berbentuk Limas yang mencerminkan pengaruh Palembang dengan lengkungan mirip kelenteng yang mencerminkan pengaruh budaya Tionghoa.
Sementara ukiran di ujung atap merupakan ukiran khas Melayu Bangka yang dikenal dengan ukiran layar terbalik.
Pengaruh budaya Belanda terlihat dengan adanya tangga beton di depan rumah.
Rumah panggung yang merupakan rumah tertua di Desa Balunijuk itu oleh ahli warisnya Waluyo, rumah itu sengaja dipertahankan dan tidak diotak atik untuk menjadi pemersatu keturunan H Muhammad Ali dan almarhum Hj Ropisah yang merupakan pendiri kampung Balunijuk.
Menurutnya, rumah panggung itu pernah ditawar untuk dibeli warga lainnya yang terhitung masih berhubungan saudara, namun ia tolak lantaran rumah itu bagi dirinya dan keluarganya memiliki nilai yang tak bisa dinilai dengan materi.
"Kayu-kayunya masih bagus dan tidak mengalami pelapukan. Rayap pun hanya mampu memakan kulit luarnya saja dan tak mampu masuk kedalam kayunya. Yang kalah dan lapuk malah paku-pakunya," ungkap Waluyo.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment