633 Cash - Warga di Jalan Pidada
VI, Banjar Sedana Merta, Kelurahan Ubung Utara, Denpasar, Bali
digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan, Rabu (20/7/2016)
pagi.
Setelah ditelusuri, korban Luh Tety adalah anak dari mantan anggota dewan di Bangli.
Wanita muda berparas cantik ini berasal dari Banjar Tiga, Kecamatan Susut, Bangli.
Ia tewas dibunuh oleh teman kencannya, Komang Arim Sujana (23).
Pelaku pun langsung diamankan oleh polisi di wisma tersebut.
Terkuaknya aksi pembunuhan
itu diawali dari kecurigaan Ismail ketika melihat pelaku, Komang Arim
Sujana, mondar-mandir naik-turun tangga pada Rabu pagi sebelum mayat
ditemukan.
Curiga pelaku yang sudah tinggal di wisma sejak tanggal 12 Juli tersebut hendak kabur tanpa membayar biaya penginapan, Ismail pun lalu menegurnya.
“Si karyawan wisma itu curiga lihat gerak-gerik tersangka. Disangka dia mau kabur tanpa bayar. Kemudian karyawan melapor kepada polisi. Setelah polisi datang, mereka lalu menuju ke kamar nomor 5 di lantai 2 tempat tersangka menginap.Ketika masuk kamar, dua kasur yang terpisah dirapatkan jadi satu. Karyawan lalu melihat ke bawah kasur dan ternyata ada mayat wanita di kolong ranjang,” urai petugas polisi yang enggan namanya ditulis ini.
Tak dapat mengelak, pelaku kemudian diamankan.
Dari dalam kamar, tampak sejumlah bercak darah terdapat di seprai ranjang dan bantal.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar yang tiba beberapa saat setelahnya lantas melakukan olah TKP.
Korban disebutkan dibunuh dengan cara disekap menggunakan bantal. Guna menyembunyikan jenazah, pelaku yang berasal dari Banjar Tajun, Kecamatan Kintamani, Bangli, itu menaruh jenazah di bawah ranjang.“Dari pengakuan pelaku, korban dibunuh terlebih dahulu dengan cara disekap menggunakan bantal. Untuk mengacaukan penyelidikan, dia lalu menggores tangan kiri korban menggunakan silet. Pelaku awalnya sempat mengaku kalau luka di tangan korban karena si korban memaksa pelaku menikahinya. Tapi ternyata itu hanya karangannya,” ujar Panit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Putu Ika Prabawa.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
Curiga pelaku yang sudah tinggal di wisma sejak tanggal 12 Juli tersebut hendak kabur tanpa membayar biaya penginapan, Ismail pun lalu menegurnya.
“Si karyawan wisma itu curiga lihat gerak-gerik tersangka. Disangka dia mau kabur tanpa bayar. Kemudian karyawan melapor kepada polisi. Setelah polisi datang, mereka lalu menuju ke kamar nomor 5 di lantai 2 tempat tersangka menginap.Ketika masuk kamar, dua kasur yang terpisah dirapatkan jadi satu. Karyawan lalu melihat ke bawah kasur dan ternyata ada mayat wanita di kolong ranjang,” urai petugas polisi yang enggan namanya ditulis ini.
Tak dapat mengelak, pelaku kemudian diamankan.
Dari dalam kamar, tampak sejumlah bercak darah terdapat di seprai ranjang dan bantal.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar yang tiba beberapa saat setelahnya lantas melakukan olah TKP.
Korban disebutkan dibunuh dengan cara disekap menggunakan bantal. Guna menyembunyikan jenazah, pelaku yang berasal dari Banjar Tajun, Kecamatan Kintamani, Bangli, itu menaruh jenazah di bawah ranjang.“Dari pengakuan pelaku, korban dibunuh terlebih dahulu dengan cara disekap menggunakan bantal. Untuk mengacaukan penyelidikan, dia lalu menggores tangan kiri korban menggunakan silet. Pelaku awalnya sempat mengaku kalau luka di tangan korban karena si korban memaksa pelaku menikahinya. Tapi ternyata itu hanya karangannya,” ujar Panit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Putu Ika Prabawa.

0 comments:
Post a Comment