633 Cash - Bagi para pecinta
kuliner khas Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bolehlah singgah ke
Warung Se'i Bu Aan di Jalan Tukad Badung No 9 D, Renon, Denpasar, Bali.
Pengolahan daging babi se'i sangat apik karena daging babi dipotong tipis memanjang.
Selanjutnya, barulah dilumuri rempah-rempah dan diasapi. Proses pengasapan dilakukan cukup lama, memerlukan waktu 2 hingga 3 jam.
Saat diasapi, daging harus sering di balik karena jika tidak, daging akan hangus.
Selain itu, uniknya, daging diasapi bukan dengan arang, melainkan dengan kayu khusus yang bernama kayu kosambi.
Saat api masih menyala, daging tidak boleh langsung diletakkan. Setelah apinya padam, barulah daging bisa diletakkan di atasnya. Kemudian ditutup rapat agar asapnya tidak keluar.Untuk menjaga kualitas daging agar tetap hiegenis, pemilik Warung Si'e, Bambang, merancang sendiri tempat pengasapannya.
"Biasanya tempat pengasapan kan menggunakan besi, seperti yang kita ketahui, besi itu mudah berkarat. Untuk menjaga biar tetap bersih, saya membuat dan merancang sendiri tempat pengasapannya. Di atas besi, saya lapisi dengan bambu lagi dan penutupnya pun saya bikin sendiri. Sehingga asapnya hanya mutar-mutar di sekitar sana saja," kata Bambang kepada Kabarberita belum lama ini.
Jarak antara daging dan apinya kurang lebih sekitar 1 meter.
Jadi daging se'i bukan dibakar dengan panasnya bara arang, melainkan memanfaatkan panasnya asap. Inilah yang membuat aroma dan rasa babi se'i Kupang begitu istimewa.
Pengolahannya yang masih mempertahankan cara tradisional, membuat babi se'i Kupang punya cita rasa khas dengan olahan babi lainnya.
Daging Se’i yang berwarna agak kemerah-merahan itu, sebaiknya dimakan dalam keadaan hangat.
Jika sudah dingin, maka dagingnya akan terasa sedikit alot.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment