633 Cash - Al-Qur’an adalah salah satu mukjizat Allah yang diberikan kepada Nabi
Muhammad SAW. Kitab tersebut diturunkan sebagai pedoman bagi umat
manusia dalam menjalani kehidupan. Inilah makna dibalik peringatan yang
diulang-ulang yang terdapat dalam Surah Ar rahman yang merupakan salah
satu surah di dalam Al-Qur’an.
Setiap surah di dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan atau pelajaran
tersendiri untuk menuntun umat manusia menuju jalan kebenaran. Ar Rahman
memiliki ciri khas yang tidak dapat ditemukan di surah lainnya, yakni
pengulangan ayat yang cukup banyak. Ayat tersebut berarti bahwa ‘maka
nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Diketahui bahwa ayat tersebut
diulang sebanyak 31 kali di dalam surah Ar Rahman. Manfaat Surat Ar
Rahman ini tidak hanya ditujukan pada manusia saja, tetapi juga pada
bangsa jin.
Lalu apakah yang menjadi alasan kalimat tersebut diulang-ulang hingga 31
kali?. Allah telah memberikan banyak nikmat dan anugerah pada umat-Nya.
Setelah itu, ia menanyakan pada makhluknya “Maka nikmat Tuhan-Mu yang
manakah yang kamu dustakan?”
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah berkaitan dengan pemilihan kata
dusta bukan ingkar. Hal itu membuktikan bahwa Allah telah memberikan
nikmat kepada manusia sehingga kita tidak dapat mengingkari
keberadaanya. Kata dusta memiliki arti menyembunyikan kebenaran, kata
ini berdekatan dengan arti kesombongan dimana seringkali diartikan
sebagai penolakan akan kebenaran atau bahkan menyepelekan hal lain di
luar dirinya.
Fenomena seperti ini telah banyak terjadi di sekitar kita. Sebagai
contohnya adalah ketika kita mendapatkan uang. Banyak di antara kita
yang berpikir bahwa uang tersebut kita dapatkan dari jerih payah atau
usaha keras yang telah kita lakukan. Kita lupa akan peran Allah dalam
memberikan rezeki pada setiap umat-Nya.
Selain itu, hal ini juga sering terjadi pada orang-orang yang sukses
atau menyelesaikan pendidikannya dan mendapatkan toga. Sebagian di
antara mereka lupa bahwa hal tersebut merupakan salah satu anugerah yang
diberikan oleh Allah pada kita.
Sebagai hamba Allah janganlah kita lupa akan nikmat dan anugerah yang
diberikan oleh Allah. Hal inilah yang menjadi dasar pertanyaan Allah
mengenai kenikmatan-Nya yang telah didustakan.
Dalam sebuah surah dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa harta, anak, cucu,
pasangan hidup, kesuksesan merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah
dan kita akan dimintai pertanggungjawaban atas titipan Allah tersebut.
Kenikmatan dunia membuat sebagian orang lupa, bahwa apa yang ada di
dunia ini adalah milik Allah. Sekaligus apa yang menjadi milik kita
sekarang merupakan hak Allah dimana Dia berhak mengambil kapanpun
titipan tersebut. Oleh karena itu sepatutnya jika kita senantiasa
bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kehidupan dan dapat
merasakan keindahan dunia ini. Rasa syukur ini dapat kita ungkapkan
dengan beribadah sebanyak-banyaknya pada Allah dengan hati ikhlas.
Inilah yang ada pada keutamaan Surat Ar Rahman.
Sungguh banyak manusia yang memiliki sifat pelupa. Mereka lupa bahwa
Allah yang telah memberikan mereka kehidupan, memberikan mereka nafas
dan semua yang ada di jagad raya ini. Oleh karena itu, Allah memberikan
peringatan secara berulang-uang agar kita tidak melupakan kewajiban kita
untuk bersyukur dan menyembah pada Allah. Bahkan dalam sebuah surah
dijelaskan bahwa jika kita ingin menghitung-hitung nikmat Allah yang
telah diberikan, maka kita tidak akan sanggup untuk menghitungnya. Hal
ini dikarenakan banyaknya nikmat Allah.
Peringatan ini dapat dijadikan sebagai titik fokus kita hidup di dunia
ini karena kita memiliki kewajiban sebagai seorang hamba, yakni dengan
senantiasa bersyukur dan menyembah-Nya.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment