633 Cash - Selama ini kita hanya mendengar cerita legenda dari Nyi Roro Kidul yang
dikenal sebagai Ratu Laut Selatan, tetapi ternyata di sepanjang pantura
pun ada legenda Ratu Laut Lor (Utara). Cerita tentang Ratu Laut Utara
pun berbeda-beda antar satu daerah dengan daerah lain di sepanjang
pantura.
Indramayu yang memiliki garis pantai yang panjang, ada cerita menarik
tentang keberadaan Ratu Laut Utara tepatnya di daerah Pulomas Desa
Cantigi Kulon Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu. Di tempat ini ada
sebuah petilasan yang dipercaya masyarakat sekitar adalah persemayaman
Ratu Laut Utara.
Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dari arah Jakarta sebelum jembatan
Pasar Bangkir menuju jalan ke Arah Rambatan yang melingkari di bawah
jembatan terus menuju Cantigi kemudian belok kanan nanti ada warung agak
besar tinggal belok ke kanan masuk ke arah tambak nanti ada tulisan
Petilasan Pulomas dan sudah terlihat rumah kecil tempat tersebut.
Cerita tentang keberadaan tempat ini pun berbeda-beda, kami mengutip
salah satu cerita dari sang juru kunci saat ini yakni Pak Durga.
Diceritakan pada zaman dulu kala ada seorang raja Jipang yang memiliki
anak bernama Darinih, dia adalah seorang waria karena memiliki sifat
seperti laki-laki dan juga perempuan.
Sang anak raja tersebut mengalami sakit yang sudah lama tetapi tidak
sembuh-sembuh. Sudah berobat ke berbagai tempat tetap saja tidak
sembuh-sembuh. Hingga akhirnya dia membuat sayembara barang siapa yang
bisa mengobati anaknya kalau pemuda akan dijodohkan dengan anaknya,
kalau sudah dewasa akan dijadikan bapaknya, kalau perempuan muda akan
dijadikan saudaranya, kalau perempuan tua akan dijadikan ibunya.
Tapi setelah mengucap kata-kata tersebut dihadapan anak dan prajuritnya
tiba-tiba ada suara tanpa rupa yang berkata bahwa yang akan menyembuhkan
penyakit anaknya adalah seseorang yang berasal dari tanah Jawa.
Ternyata yang bisa menyembuhkan putri raja tersebut adalah Pangeran
Cakrabuana. Awalnya Cakrabuana akan pergi ke Tanah Suci Mekah, tetapi
adiknya Kian Santang ingin ikut serta dengan kakaknya. Pangeran
Cakrabuana hanya mengambil pelepah kelapa untuk dijadikan kendaraan
untuk pergi ke tanah suci karena kesaktiannya.
Sampai disana setelah menunaikan ibadah, ternyata adiknya Kian Santang
kepincut dengan wanita dari tanah suci anaknya Syekh Mudakim. Kian
Santang tinggal di tanah suci sementara kakaknya Pangeran Cakrabuana
kembali ke tanah Jawa.
Di tengah perjalanan menuju ke tanah Jawa, pelepah kelapa yang
digunakannya terhempas angin dan ombak besar hingga sampai di pesisir
kerajaan Jipang.
Tiba-tiba keanehan terjadi anak Raja Jipang yang sakit lama tersebut
tiba-tiba sembuh.
Darinih segera menemui ayahnya dan mengatakan kabar gembira tersebut.
Sang Raja lalu memerintahkan prajuritnya untuk mencari orang Jawa yang
ada di tanah Jipang. Setelah dicari-cari akhirnya ketemu juga bahwa
orang Jawa tersebut adalah Pangeran Cakrabuana.
Akhirnya pangeran Cakrabuana yang baru menyisir pantai daerah tersebut
dipanggil Raja ke Istana.
Dia menjelaskan bahwa dirinya pernah berkata bahwa barangsiapa yang bisa
menyembuhkan anaknya kalau pemuda akan dijodohkan dengan anaknya, kalau
sudah dewasa akan dijadikan bapaknya, kalau perempuan muda akan
dijadikan saudaranya, kalau perempuan tua akan dijadikan ibunya.
Pangeran Cakrabuana akhirnya mengiyakan bahwa Nyi Darinih diangkat
menjadi anaknya. Tetapi Nyi Darinih berganti nama menjadi Nyi Panon
Sari. Dia memohon izin kepada ayahnya ingin turut serta ke tanah Jawa.
Ayahnya sudah mengingatkan bahwa tanah Jawa masih belum seperti di
negerinya yang sudah ramai, di tanah Jawa masih hutan dan sepi. Tetapi
karena tekadnya sudah bulat dia akhirnya ikut dengan Pangeran
Cakrabuana.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment