Monday, October 3, 2016

Menyusuri Pulomas, Tempat Petilasan Ratu Laut Utara

633 Cash - Selama ini kita hanya mendengar cerita legenda dari Nyi Roro Kidul yang dikenal sebagai Ratu Laut Selatan, tetapi ternyata di sepanjang pantura pun ada legenda Ratu Laut Lor (Utara). Cerita tentang Ratu Laut Utara pun berbeda-beda antar satu daerah dengan daerah lain di sepanjang pantura.

www.633cash.com
Indramayu yang memiliki garis pantai yang panjang, ada cerita menarik tentang keberadaan Ratu Laut Utara tepatnya di daerah Pulomas Desa Cantigi Kulon Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu. Di tempat ini ada sebuah petilasan yang dipercaya masyarakat sekitar adalah persemayaman Ratu Laut Utara.
Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dari arah Jakarta sebelum jembatan Pasar Bangkir menuju jalan ke Arah Rambatan yang melingkari di bawah jembatan terus menuju Cantigi kemudian belok kanan nanti ada warung agak besar tinggal belok ke kanan masuk ke arah tambak nanti ada tulisan Petilasan Pulomas dan sudah terlihat rumah kecil tempat tersebut.
Cerita tentang keberadaan tempat ini pun berbeda-beda, kami mengutip salah satu cerita dari sang juru kunci saat ini yakni Pak Durga. Diceritakan pada zaman dulu kala ada seorang raja Jipang yang memiliki anak bernama Darinih, dia adalah seorang waria karena memiliki sifat seperti laki-laki dan juga perempuan.
Sang anak raja tersebut mengalami sakit yang sudah lama tetapi tidak sembuh-sembuh. Sudah berobat ke berbagai tempat tetap saja tidak sembuh-sembuh. Hingga akhirnya dia membuat sayembara barang siapa yang bisa mengobati anaknya kalau pemuda akan dijodohkan dengan anaknya, kalau sudah dewasa akan dijadikan bapaknya, kalau perempuan muda akan dijadikan saudaranya, kalau perempuan tua akan dijadikan ibunya.
Tapi setelah mengucap kata-kata tersebut dihadapan anak dan prajuritnya tiba-tiba ada suara tanpa rupa yang berkata bahwa yang akan menyembuhkan penyakit anaknya adalah seseorang yang berasal dari tanah Jawa.
Ternyata yang bisa menyembuhkan putri raja tersebut adalah Pangeran Cakrabuana. Awalnya Cakrabuana akan pergi ke Tanah Suci Mekah, tetapi adiknya Kian Santang ingin ikut serta dengan kakaknya. Pangeran Cakrabuana hanya mengambil pelepah kelapa untuk dijadikan kendaraan untuk pergi ke tanah suci karena kesaktiannya.
Sampai disana setelah menunaikan ibadah, ternyata adiknya Kian Santang kepincut dengan wanita dari tanah suci anaknya Syekh Mudakim. Kian Santang tinggal di tanah suci sementara kakaknya Pangeran Cakrabuana kembali ke tanah Jawa.
Di tengah perjalanan menuju ke tanah Jawa, pelepah kelapa yang digunakannya terhempas angin dan ombak besar hingga sampai di pesisir kerajaan Jipang. Tiba-tiba keanehan terjadi anak Raja Jipang yang sakit lama tersebut tiba-tiba sembuh.
Darinih segera menemui ayahnya dan mengatakan kabar gembira tersebut. Sang Raja lalu memerintahkan prajuritnya untuk mencari orang Jawa yang ada di tanah Jipang. Setelah dicari-cari akhirnya ketemu juga bahwa orang Jawa tersebut adalah Pangeran Cakrabuana. Akhirnya pangeran Cakrabuana yang baru menyisir pantai daerah tersebut dipanggil Raja ke Istana.
Dia menjelaskan bahwa dirinya pernah berkata bahwa barangsiapa yang bisa menyembuhkan anaknya kalau pemuda akan dijodohkan dengan anaknya, kalau sudah dewasa akan dijadikan bapaknya, kalau perempuan muda akan dijadikan saudaranya, kalau perempuan tua akan dijadikan ibunya.
Pangeran Cakrabuana akhirnya mengiyakan bahwa Nyi Darinih diangkat menjadi anaknya. Tetapi Nyi Darinih berganti nama menjadi Nyi Panon Sari. Dia memohon izin kepada ayahnya ingin turut serta ke tanah Jawa. Ayahnya sudah mengingatkan bahwa tanah Jawa masih belum seperti di negerinya yang sudah ramai, di tanah Jawa masih hutan dan sepi. Tetapi karena tekadnya sudah bulat dia akhirnya ikut dengan Pangeran Cakrabuana. 


Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment