Sunday, October 2, 2016

Legenda Pulau Kiluan dan Surganya Lumba-lumba

633 Cash - Legenda pulau kiluan berawal saat pada era mulai runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Islam masuk Indonesia. Di kawasan awalnya menjadi umbul atau perladangan masyarakat Pekon Bawang, dikenal seorang pendatang yang sangat sakti mandra guna. Dia adalah Raden Mas Arya, ada dua versi tentang asal muasal Raden Arya, ada yang menyebut berasal dari Malaka dan ada juga yang menyebut dari kawasan Banten.

www.633cash.com
Karena kesaktiannya yang belum terkalahkan pada saat itu, serta akan kedekatannnya dengan sang ilahi, Raden Arya dapat mengetahui kapan ajalnya akan tiba. Suatu hari Raden Arya ditantang tanding salah seorang warga setempat (masyarakat tidak mengetahui siapa identitas penantang ini). Menurut salah satu versi, sang  penantang ini adalah seorang guru silat dari daerah Kotaagung, Tanggamus.Raden Mas Arya meminta dimakamkan di suatu pulau. Dia juga memberi tahu kelemahannya pada bagian tertentu serta memberi tahu letak tubuh yang harus ditusuk dengan senjata bukan dari besi.
Kalau mati dalam pertempuran ini, satu permintaan saya: Kuburkan saya di pulau seberang teluk ini (Pulau Kiluan),  Begitu kata Raden Mas Arya sebelum bertempur dengan warga Negeri Kelumbayan yang akhirnya dia tewas. Dan, atas kiluan (bahasa Lampung: permintaan) itu, masyarakat menguburkannya di tengah pulau yang ditunjuknya.
Legenda masyarakat tersebut dikuatkan dengan adanya tumpukan batu semacam makam pada puncak ketinggian di tengah pulau. Menurut masyarakat setempat di lokasi tersebut lah makam Raden Arya.Di Teluk Kiluan ini ini Anda dengan mudah dapat menyaksikan sekumpulkan lumba-lumba yang jumlahnya puluhan hingga ratusan, tidak salah jika teluk Kiluan ini dikatakan sebagai surga bagi lumba-lumba. Kumpulan Lumba-lumba ini diduga terbesar di dunia.
Terdapat beberapa jenis lumba-lumba yang biasa berkumpul di Teluk Kiluan, antara lain lumba-lumba hidung totol (Tursiops Truncatus) dengan badan besar dan pemalu kemudian lumba-lumba paruh panjang (Stenela Longirostris) yang bertubuh kecil dan senang melompat.
Lumba-lumba ini senang mendekati perahu atau kapal yang tengah melintas di laut seolah-olah ingin mengajak bermain-main dengan penumpang perahu. Dari jauh, sirip lumba-lumba itu mirip antena kapal selam. Setelah dekat, lumba-lumba pun berloncatan, bergantian menyelam, timbul tenggelam, hampir tidak ada jarak dengan perahu. Mereka seolah berlomba menunjukkan diri kepada manusia dan mudah disentuh.


Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment