633 Cash - Kemacetan lalu lintas di kota besar seperti Jakarta sudah menjadi pemandangan umum dan sangat mengganggu aktifitas keseharian.
Namun kini muncul cara lain untuk menembus kemacetan jalan: memakai airwheel.
Alat transportasi yang unik ini kian digemari dan digunakan untuk sekadar pergi dalam jarak pendek di sekitar kompleks perumahan maupun jarak sedang, yakni dari rumah hingga ke halte transportasi publik. Bahkan ada pula hanya untuk sekadar hobi belaka.
Ya airwheel. Alat transportasi yang mengadopsi teori aerospace ini dikontrol oleh sikap, algoritma perangkat lunak fuzzy, dan sistem giroskop untuk menjaga keseimbangan dengan bersandar ke depan dan ke belakang.
Alat ini masuk ke Indonesia sekitar Agustus tahun 2014 lalu. Sebelumnya alat ini telah populer di Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.
Airwheel memiliki bentuk seperti sepeda roda satu dan digerakkan oleh baterai. Saat mengendarai alat ini, Anda harus memiliki keseimbangan agar alat ini bisa Anda kendalikan laju maupun geraknya.
Saat dikendarai, airwheel dapat melaju hingga kecepatan 18 kilometer (km) per jam.
Untuk mengisi ulang baterai dari airwheel, dibutuhkan waktu sekitar 60 menit hingga 90 menit. Adapun beban yang mampu di topang maksimal sekitar 120 kilogram (kg). Alhasil alat ini cukup menopang satu orang dewasa.
Saat ini airwheel tengah digandrungi oleh masyarakat. Di Indonesia, para pecinta alat transportasi ini mendeklarasikan sebuah komunitas bernama Airwheel Indonesia.
Belum genap satu tahun, anggota komunitas ini sudah mencapai lebih dari 100 orang dari beberapa kota.
Priscilla Novani Founder Airwheel Indonesia mengatakan, awalnya komunitas ini hanya ada di Jakarta saja. "Namun kini banyak anggota dari kota-kota besar masuk di komunitas ini," kata Priscilla.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment