633 Cash - Seabad silam, perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi terbilang amat langka.
Mereka lebih disarankan menikah dan mengurus rumah tangga atau bekerja mencari uang untuk membantu perekonomian keluarga.
Ketika itu di tahun 1930-an, Clare bukannya tak sanggup mengikuti pelajaran sehingga gagal melanjutkan pendidikan.
Namun, ia dilarang meneruskan sekolah karena keluarga memintanya segera bekerja demi menopang kelangsung hidup.
Padahal, “Semua saudara laki-lakinya diizinkan melanjutkan pendidikan mereka,” kata Deborah, putri Clare pada ABC News.
Yang mengagumkan, meski Clare meratapi nasibnya yang tak bisa menyelesaikan SMA, rupanya ia tak pernah kehilangan rasa cinta dan haus untuk belajar. Seperti yang dituturkan Deborah, semangat itu tetap dimiliki Sang Ibu.
Clare membaca banyak buku ensiklopedia dan kamus sebagai kegiatan menyenangkan. Dan juga selalu mengingatkan Deborah untuk jangan pernah menyia-nyiakan sekolah.
Tak lupa Clare juga selalu menasihati anak dan cucu-cucunya agar belajar sebaik mungkin.
“Ibu sudah melihat banyak sekali kelulusan, ketika saya SMA, kuliah dan berulang kembali ketika anak-anak saya menamatkan sekolahnya.
Tapi, Ibu sendiri tak pernah merasakannya,” ungkap Deborah.
Sebagai hadiah istimewa, “Aku ingin mempersembahkan hal yang paling ibu impikan sejak muda.”
Kemudian, sang putri pun mengatur sedemikian rupa agar pihak sekolah negeri North Reading, yang diwakili Jon Bernard datang dan memberi ibunya ijazah SMA yang jadi kado ulang tahun mengejutkan itu!
Sebab hingga 80 tahun berlalu setelah Clare meninggalkan bangku sekolah, ia tentu tak pernah mengira bakal mendapatkan ijazah kelulusan yang dianggap layak untuk dirinya.
Sungguh amat berkesan. Terlebih, tanda kelulusan itu diserahkan tepat di hari ulang tahunnya yang ke-100 pada Rabu, 24 Agustus 2016.
lare menghadiri acara bingo day yang digelar di Edith A. O’Leary Senior Center, Massachusetts.
Momen ini menjadi begitu mengharukan ketika Clare juga mengenakan topi dan toga ketika menerima ijazah tersebut, selayaknya yang terjadi pada siswa di hari kelulusan.
“Saya bilang pada Clare bahwa menurut saya, pengalaman hidupnya sendiri telah meraih gelar kehormatan dan diploma,” kata Jon. Clare merupakan wanita yang pandai dalam bicara, tajam, dan positif. “Dia benar-benar mewakili semua hal yang seharunya kita cita-citakan,” tambahnya.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment