633 Cash - Diperlukan waktu setidaknya sekitar 500 tahun untuk mengungkap misteri dalam berbagai catatan tersembunyi di dalam Alkitab resmi Inggris cetakan pertama.
Coretan-coretan menarik yang ditemukan di bawah lembaran-lembaran kertas tebal ini tentunya tidak pantas berada dalam kitab suci. Catatan ini hanya ada di salah satu dari tujuh salinan Alkitab yang dicetak pada 1535 oleh percetakan pribadi Raja Henry VIII.
Menurut seorang pakar, artefak penting ini memberikan pemahaman tentang kecepatan merebaknya Reformasi, dan juga menjelaskan betapa cepatnya tulisan Kerajaan beredar di masyarakat umum dan pencuri.
Dikutip dari laman Kabarberita, Dr. Eyal Poleg, seorang ahli sejarah dari Queen Mary University of London (QMUL), adalah orang yang menemukan Alkitab yang tadinya berada di perpustakaan Lambeth Palace di Kota London.
"Bisa dikatakan, kita tidak mengetahui apapun tentang Alkitab unik yang kata pengantarnya pun ditulis sendiri oleh Henry VIII, selain dari salinan-salinan yang masih ada," ujar Poleg.
Salinan yang ada di perpustakaan itu tadinya terlihat biasa saja. Tidak lama, Dr. Poleg mengamati adanya kertas tebal yang ditempelkan di suatu bagian kosong dalam Alkitab.
Menurutnya, tantangan baginya adalah mencari cara membongkar catatan tanpa merusak barang antik tersebut. Para peneliti kemudian meminta bantuan Dr. Graham Davis, seorang spesialis pencitraan 3D menggunakan sinar X di Fakultas Kedokteran Gigi QMUL.
Spesialis itu mengetahui caranya menggunakan lembaran tembus cahaya (light sheet) yang disisipkan di belakang halaman-halaman buku tersebut guna memaparkan tulisan-tulisan yang tersembunyi.
Para pakar kemudian mengambil dua gambar dengan paparan panjang (long exposure). Satu pengambilan gambar dilakukan dengan penyisipan lembar tembus cahaya, sedangkan pengambilan ke dua dilakukan tanpa penyisipan.
Tidak mengherankan, gambar pertama menunjukkan semua catatan yang tumpang tindih dengan kalimat-kalimat yang tercetak dalam Alkitab. Gambar ke dua hanya menunjukkan teks yang tercetak.
Dr. Davis kemudian menggunakan perangkat lunak komputer untuk menghilangkan gambar ke dua dari gambar pertama sehingga hanya menyisakan catatan-catatan tersembunyi itu.
Semua catatan itu disalin dari "Alkitab Agung" oleh Thomas Cromwell, yang muncul saat puncak Reformasi Inggris.
Reformasi di sana berlangsung dalam rentetan peristiwa di Inggris pada abad 16. Pada masa itulah Gereja Inggris menjauh dari Gereja Katholik Roma maupun kewenangan Sri Paus.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment