633 Cash - Lukisan berusia 12.000 tahun ditemukan di dinding-dinding tebing dan gua
di bagian timur Timor Leste.
Professor Sue O’Connor dari Australian National University telah meneliti seni lukisan bebatuan di kawasan ini dan di berbagai daerah di Indonesia lebih dari satu dekade. Dia mengaku menemukan 40 lokasi lukisan pada bebatuan di kawasan Tutuala.
“Beberapa panel sangat spektakuler... dan lukisannya cukup ekstensif. Ada ratusan motif di tebing-tebing yang menghadap laut dan di dalam gua-gua,” kata O’Connor dengan bersemangat.
Dia meyakini lukisan-lukisan tersebut dibuat orang-orang berbahasa Austronesia yang diduga kuat berasal dari Pulau Taiwan.
Kami melanjutkan perjalanan melewati hutan dan memasuki gua yang besar dan luas. Dari kejauhan kami bisa mendengar suara kelelawar. Saat kami makin masuk ke dalam gua kami menjumpai kolam air sejernih kristal.
“Gua ini berfungsi sebagai tempat perlindungan setiap kali terjadi perang. Perang Dunia kedua, perang melawan penjajahan jepang, perang melawan Indonesia. Ada kolam di dalam gua, airnya tersaring bebatuan sehingga airnya lebih jernih daripada air mineral botolan yang kita beli untuk minum,” ujar Antonia.
Professor O’Connor mengatakan manusia telah menggunakan gua ini sejak 42.000 tahun lalu. Hal ini dibuktikan melalui usia alat-alat terbuat dari batu yang ditemukan di dalam gua. Salah satunya mata kail tertua di dunia.
“Kami juga menemukan fosil ikan pelagia, yang wujudnya seperti tuna, bergerak cepat dan sulit ditangkap. Jadi, kami tidak hanya kamenemukan mata kail tertua di dunia, kami juga menemukan ikan pelagia tertua di dunia. Jadi ini area yang luar biasa ditinjau dari berbagai sudut pandang,” papar O’Connor
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment