633 Cash - Sejumlah cagar budaya terserak di Sulawesi Selatan,
salah satunya Benteng Somba Opu di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa,
tepatnya di Kampung Sapiria daun bundar atau Sapiria Lekoboddong.
Di kawasan tersebut ada sebuah pendopo yang di dalamnya terdapat potongan meriam terpotong. Warga setempat menyebut meriam itu
mariang polonga. Warga juga menjaga suasana kawasan ini agar tidak ramai. "Jangan
lakukan hal-hal yang tidak senonoh kalau tak ingin celaka. Apalagi
tidak memberi salam ketika lewat di sekitar pondopo," tutur Daeng
Ngasseng, warga Kampung Sapiria Lekoboddong, beberapa waktu lalu.Sebagian warga menganggap kawasan itu
wingit alias angker. Dari pengamatan
Kabarberita
di pendopo terdapat kuburan sepanjang satu meter. Di bagian selatan
terdapat ranjang dan kasur berikut tempat sesajen seperti baki untuk
menaruh persembahan dan tempat membakar kemenyan.Sedangkan pada bagian depan terdapat potongan bedil meriam sepanjang 1,5 meter yang disangga batu. Meriam inilah yang disebut mariang polonga. Konon sebagian dari potongan meriam ini ada pada museum di negeri kincir angin Belanda.Daeng
Ngewa, warga Kampung Sapiria yang pernah ikut dilibatkan dalam
penggalian situs purbakala, mengisahkan pada masa abad ke-15 Kerajaan
Gowa memiliki 2 buah meriam yakni
meriam subhana dan
meriam polong.Mengutip
sejarah turun termurun, dia menjelaskan, pada jaman perang dahulu
pasukan Belanda menyerang dari arah Maccini Sombala. Pasukan Kerajaan
Gowa mati-matian bertahan di Benteng Somba Opu. "Selama 40 hari meriam ini terus menerus menyala dan memuntahkan peluru, hingga salah satu meriam terpotong," kata Daeng Ngewa.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment