633 Cash - Sisa-sisa Kuldhara membeku oleh waktu. Desa kuno di Rajasthan, India itu
kosong melompong. Kelelawar dan serigala gurun menempati rumah-rumah,
alun-alun, dan kuil yang dulu penuh dengan manusia.

Angin gurun menyapu
atap-atap kayu, namun bangunan dari batu dan pasir tetap tegak berdiri.
Pun dengan sumur dan ruang bawah tanah. Kisahnya menjadi misteri. Komunitas
Brahmana Paliwal dulu tinggal di Kuldhara itu pada Abad ke-18. Hingga
akhirnya, sekitar 200 tahun lalu, seluruh penduduk lenyap dalam semalam.
Tak ada yang tahu pasti mengapa dan ke mana mereka pergi -- sembari
meninggalkan kutukan kematian bagi siapa saja yang bernyali menempati
bekas rumah mereka.Namun, mengapa penduduk ramai-ramai pergi masih jadi misteri. Legenda
menyebut, Salim Singh menteri negara bagian Jaisalmer menindas penduduk
desa dengan mewajibkan pembayaran upeti dalam jumlah besar. Suatu
hari, ia jatuh cinta dengan seorang gadis cantik warga Kuldhara. Pak
menteri ingin menikahinya dan mengancam penduduk lokal jika lamarannya
ditolak.Warga Paliwal tak punya pilihan lain, mereka hanya punya
waktu sehari. Putus asa, seluruh warga desa memutuskan pergi,
meninggalkan rumah mereka yang dilengkapi tungku di bagian belakang.
Mereka mengutuk sang penguasa sebelum menghilang ke kegelapan malam. Penduduk Kuldhara pergi bersama 84 warga desa sekitarnya. Bedol desa besar-besaran sekitar 1.500 orang. Teori lain menyebut, kala itu perang meletus. Memaksa evakuasi dilakukan. Sejumlah
orang menduga penduduk Kuldhara yang berasal dari Pali di Jodhpur,
kembali ke kampung halaman mereka. Namun, jiwa-jiwa mereka tertinggal di
Kuldhara." Kini, Kuldhara punya reputasi sebagai kota hantu. Bukan hanya lantaran kosong, namun diyakini dihuni para dedemit. Seperti dimuat
Kabarberita Delhi’s Paranormal Society mengirimkan
30 orang untuk tinggal semalam di desa angker tersebut. Mereka
melengkapi diri dengan peralatan elektronik canggih untuk memindai
seluruh desa -- dan menjumpai hal-hal aneh. Mereka mengklaim
mendeteksi bayangan misterius yang bergerak, suara suara menakutkan,
bekas tapak tangan anak kecil ditemukan di mobil-mobil milik tim.
Seseorang bahkan merasa ada yang menyentuh bahunya dari belakang. Namun,
saat ia berbalik, tak ada seorang pun dari sana. Kini, Kuldhara adalah tempat yang terabaikan dan secara alamiah rusak dengan sendirinya. Kata Singh, tak ada horor di sana. "Penduduk
lokal tak percaya hal semacam itu (horor) karena mereka tak pernah
mengalaminya. Namun, kemudian wisatawan datang untuk melihat Kuldhara
sebagai desa hantu, kami menunjukkan apa yang mereka mau dan mendapat
uang," kata Singh. "Tapi, jujur, jika seseorang bertanya tentang fakta
sebenarnya, kami akan berkata 'rasakan sendiri dan tak ada apapun yang
akan menghantuimu'." Sementara juru kunci, Sona Ram mengatakan,
penduduk kuno di sana ramai-ramai pergi untuk melindungi anak gadis
mereka. Kuldhara, kata dia, justru harus dijadikan peringatan. "Tentang
masyarakat yang berdiri melawan kejahatan terhadap perempuan," kata dia.
Bukan kisah hantu dan misteri yang justru ditonjolkan.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment