Live303 - Sahabat Kabarberita mungkin pernah melihat seseorang yang sebelumnya sakitparah terlihat segar bugar seolah sudah sembuh. Namun selang beberapa hari atau hitungan jam, ajal menjemputnya.Kejadian tersebut memang terdengar aneh. Bahkan banyak yang sering cemas manakala orang terdekat mendadak sehat bugar padahal baru menjalani sakit yang parah.
Gejala kematian ternyata hal awam dalam dunia medis. Kalangan peneliti menyebiut fenomena itu sebagai terminal lucidity.Istilah itu pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan dan ahli biologi Jerman bernama Michael Nahm.Terminal lucidity tidak sama dengan gejala kematian lainnya seperti terminal agitation, yang ditandai dengan mengigau, cemas, marah, atau penurunan kognitif.Gejala kematian terminal lucidity ini tampak halus. Ketika seseorang akan meninggal, dia tiba-tiba tampak bugar, seolah sudah sembuh dari penyakitnya.Yang sebelumnya tidak bisa berbicara atau beraktivitas, tiba-tiba bisa berbincang panjang lebar atau berjalan-jalan di sekitar rumah sakit.Biasanya, keluarga akan menganggap 'kesembuhan' yang tiba-tiba itu sebagai sebuah mukjizat dari Tuhan.Penelitian ilmiah tentang fenomena terminal lucidity ini relatif masih sangat sedikit.Tetapi, meski baru diberi istilah pada tahun 2009 oleh Nahm, ada laporan bahwa terminal lucidity ini sudah ada dalam literatur medis sejak 250 tahun yang lalu.Hingga saat ini, penelitian ilmiah masih belum menemukan jawaban yang pasti mengapa fenomena terminal lucidity ini bisa terjadi.Namun penelitian terbaru menyebutkan bahwa terminal lucidity ini ditemukan pada individu dengan demensia, tumor otak, stroke, dan penyakit mental, seperti skizofrenia.Sebelumnya orang-orang dengan kondisi ini dianggap tidak mungkin mengalami terminal lucidity. Namun ternyata mereka mengalaminya juga.
Gejala kematian ternyata hal awam dalam dunia medis. Kalangan peneliti menyebiut fenomena itu sebagai terminal lucidity.Istilah itu pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan dan ahli biologi Jerman bernama Michael Nahm.Terminal lucidity tidak sama dengan gejala kematian lainnya seperti terminal agitation, yang ditandai dengan mengigau, cemas, marah, atau penurunan kognitif.Gejala kematian terminal lucidity ini tampak halus. Ketika seseorang akan meninggal, dia tiba-tiba tampak bugar, seolah sudah sembuh dari penyakitnya.Yang sebelumnya tidak bisa berbicara atau beraktivitas, tiba-tiba bisa berbincang panjang lebar atau berjalan-jalan di sekitar rumah sakit.Biasanya, keluarga akan menganggap 'kesembuhan' yang tiba-tiba itu sebagai sebuah mukjizat dari Tuhan.Penelitian ilmiah tentang fenomena terminal lucidity ini relatif masih sangat sedikit.Tetapi, meski baru diberi istilah pada tahun 2009 oleh Nahm, ada laporan bahwa terminal lucidity ini sudah ada dalam literatur medis sejak 250 tahun yang lalu.Hingga saat ini, penelitian ilmiah masih belum menemukan jawaban yang pasti mengapa fenomena terminal lucidity ini bisa terjadi.Namun penelitian terbaru menyebutkan bahwa terminal lucidity ini ditemukan pada individu dengan demensia, tumor otak, stroke, dan penyakit mental, seperti skizofrenia.Sebelumnya orang-orang dengan kondisi ini dianggap tidak mungkin mengalami terminal lucidity. Namun ternyata mereka mengalaminya juga.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment