633 Cash - Lebih dari 30 mesin jahit dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta selama sepekan ini. Aneka merek buatan Belanda, seperti Singer dan Paff, berjajar memenuhi sudut ruangan. Dinding ruangan pun dipenuhi foto tua besar berbingkai.
Pantas saja, sama sekali tidak ada nuansa masa kini yang tampak dalam ruangan yang berlokasi di Jalan Suroto Kotabaru itu. Warna mesin jahit kusam, sebagian sudah berkarat.
Bentuknya pun tidak lagi ditemui di pasaran. Ada bagian mesin yang tersambung dengan selang yang biasanya diisi dengan oli, ada pula yang memiliki banyak kenop.
Sayangnya, tidak ada penjelasan mengenai fungsi dari kenop atau selang oli. Mesin jahit itu sudah tidak bisa digunakan, hanya dipamerkan, hasil pinjaman dari beberapa kolektor di Jogja, Solo, dan Magelang.
Aneka foto yang terpampang membentang pun juga berwarna suram. Bukan karena objeknya sedang muram, hanya saja memang foto-foto itu dibuat jauh sebelum teknik cetak dengan mesin dikenal.Ada foto keluarga Kartini, foto sejumlah gadis Jawa yang diambil di sebuah studio foto, foto keluarga Jawa, foto remaja laki-laki Jawa, gambar beberapa perempuan Eropa dengan mengenakan ball gown atau gaun besar yang di bagian bawahnya melebar karena disematkan rangka mirip kurungan ayam, dan sebagainya.
Hermanu menjelaskan, pada awal mulanya, mesin jahit digerakkan oleh tangan, mesin jahit ini disebut mesin jahit onthel. Kemudian, berkembang sehingga muncul mesin jahit yang menggunakan tenaga kaki untuk menggerakkan putaran gigi mesin jahit. Jenis ini membutuhkan meja untuk menopang mesin tersebut.
Ada juga mesin jahit yang merupakan kombinasi dari keduanya, yakni menggunakan kaki dan tangan. Contoh mesin jahit ini adalah mesin jahit sepatu buatan Ceko pada 1920.
Bentuk dan ukuran mesin jahit bermacam-macam, sesuai dengan zaman dan kebutuhannya, mulai dari portable atau mudah dibawa, rumah tangga, sampai industri, dengan berat mulai dari satu kilogram hingga mencapai 100 kilogram.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment